Skip to content

Pertama, Langgar Semua Aturan

May 7, 2010

Dua tahun yang lalu, saya disodori buku ini oleh atasan saya. Meskipun berbahasa Inggris, tidak banyak waktu yang dibutuhkan untuk membuat saya tenggelam dalam keasyikan membacanya. Beberapa topik yang menarik perhatian saya (Don’t Treat People As You Would Like To Be Treated dan Getting To Know You) secara khusus saya tulis di blog.

Jadi, betapa girangnya saya ketika hari Sabtu lalu, di pameran buku JCC, saya melihat buku ini tergeletak dengan manisnya di salah satu counter buku lokal. Yes! Akhirnya buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!

Diterjemahkan oleh Th. Dewi Wulansari, editor Indi Aunullah, buku ini diterbitkan di Indonesia oleh Azkia Publisher (Kelompok Pustaka Alvabet).

Pertama, Langgar Semua Aturan

First, Break All The Rules

First, Break All The Rules sepertinya pernah dicetak dengan 2 jenis cover yang berbeda. Yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia memakai versi cover warna putih, sedangkan yang saya peroleh 2 tahun lalu bercover hitam dengan tulisan merah.

Saya belum membaca tuntas yang bahasa Indonesia. Harapan saya tentunya buku tersebut berhasil dialihbahasakan dengan sempurna, dalam artian esensinya tidak berubah, dan hal-hal yang menarik di buku aslinya (misalnya celetukan-celetukan khas dari narasumber, atau contoh kasus tertentu, atau penggunaan istilah tertentu) tetap bisa dipertahankan walaupun ini buku terjemahan.

Sayangnya, di tahap awal saja buku (terjemahan) ini sudah mengecewakan saya.

Secara acak saya mengecek bab 3 mengenai bakat (Keahlian, Pengetahuan, dan Bakat: “Apa perbedaan di antara ketiganya?” hal 91-103). Marcus dan Curt mengelompokkan bakat (talent) menjadi 3 kategori: strivingtalent, thinking talent, dan relating talent. Yang menarik, di bab ini disajikan beberapa permainan pikiran (mind games) untuk menguji apakah kita (pembaca) memiliki talent tsb atau tidak.

Salah satu (eh dua deh, hehe) game tsb adalah demikian:

Can you see the well-known phrases or sayings in these words:

M I L L 1 O N

P A Y

The solution: “One in a million” and “A raise in pay“.

(halaman 86 dan 87 dari buku First, Break All The Rules *yg bahasa Inggris*)

Bandingkan dengan versi terjemahannya:

Bisakah Anda melihat ungkapan atau pepatah yang kerap kita dengar dalam kata ini:

S E J U T A

U P A H

Solusinya: “Satu dalam sejuta” dan “Kenaikan upah“.

(halaman 95 dan 96 dari buku Pertama, Langgar Semua Aturan)

Duuuhh… di mana logikanya coba?! Games mengasyikkan yang mestinya membuat pembaca jadi lebih paham tentang Talent atau Bakat, yang secara sengaja disajikan secara interaktif oleh tim penulis buku ini, rusak sudah gara-gara diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa pertimbangan. Mestinya gak semua teks perlu diterjemahkan, ya gak? Dan mestinya pula, sebelum menerjemahkan, di penerjemah memahami dulu topik yang dibahas, agar ketika disajikan dalam bahasa lain pun tujuan bahasan tsb tetap tercapai.

Dan ini terjemahan yang paling aneh:

This one is a little harder, but if you have the innate thinking talent for perceiving patterns, then once again the solution should gradually emerge: “But on second thought.”


… diterjemahkan menjadi …

Permainan ini agak lebih sulit, tapi jika Anda memiliki bakat berpikir untuk merasakan polanya, sekali lagi, seharusnya penyelesaiannya perlahan akan muncul: “Tapi setelah dipikirkan kembali.”

Aduuuhhh… mau nangis jadinya. Memang benar ungkapan but on second thought artinya tapi setelah dipikirkan kembali, tetapi ini bukan hanya sekedar teks. Ini [game] permainan kata-kata yang harusnya tetap sesuai dengan konteks game dalam bahasa aslinya.

Walhasil, karena kecerobohan tersebut, seluruh bab 3 menjadi kehilangan sebagian besar daya tariknya.

Saya belum sempat membaca bab-bab lainnya. Mudah-mudahan sih tidak ada “kesalahan” fatal lagi.

Meskipun demikian, saya mengakui bahwa “ngritik sih gampang, coba kamu terjemahin sendiri, belum tentu tuntas”. Ya sih, memang. Jadi sebetulnya walaupun saya kecewa, saya tetap menyambut gembira kehadiran terjemahan ini. Buktinya saya tetap membeli dan mengoleksinya. Mudah-mudahan di edisi berikutnya kekurangan tersebut dapat diperbaiki.

Judul Buku: Pertama, Langgar Semua Aturan; ditulis oleh Marcus Buckingham dan Curt Coffman.

Related posts:

From → matabaca, opini

Comments are closed.

%d bloggers like this: