Skip to content

Menjejakkan Kaki di Negeri Laskar Pelangi

February 8, 2010

TanjungTinggi

Saya tidak ingat sejak kapan… tapi saya sangat suka laut dan pantai. Saya tidak bisa berenang, karena itu cara saya menikmatinya bukan dengan berenang ataupun snorkeling, apalagi menyelam. Saya menikmati kecantikannya secara visual saja, yaitu melalui lensa-lensa yang saya miliki; lensa bawaan sejak lahir, yaitu kedua mata saya, dan lensa kamera.

Pantai pertama saya adalah pantai Ancol.😀 Saya suka rasanya waktu angin mengibarkan rambut saya ke belakang. Saya juga suka dengan aura bebas yang ditimbulkannya. Gelombang yang datang dan pergi, berulang-berulang. Dan airnya! Ya Tuhannn… itu AIR SEMUA! SEBEGITU BANYAKNYA, LUASNYA, AIR SEMUA!!!!😀

Pantai kedua yaitu Carita. Huaaa… jauh lebih indah daripada Ancol! Sama juga, di sana ada angin, gelombang, dan air, tapi ditambah bonus pasirnya dan suasananya. Juga lebih luas, lebih… LEBAAAAR. Di sini saya menikmati nongkrong di tepi pantai sampai malam, rame-rame main gitar sambil nyanyi-nyanyi, menyalakan api unggun, berjoget dangdut (di bagian ini saya gak ikutan, dengan alasan mau motretin aja, hihihi), bakar jagung, curhat, aaahh.. masa-masa itu. *jadi kangen sama teman-teman Sempati Air*

Dari situ mulailah keajaiban itu.

Saya mendapati, saya selalu diberi lebih.

KETIKA saya datang ke sebuah pantai/laut… saya pikir INILAH pantai yang terindah. INILAH laut terindah yang pernah saya lihat. Kalah deeehh pantai yang sebelumnya. Itu yang ada dalam pikiran saya waktu saya melihat Carita. Kalah deh Ancol, kalah ke mana-mana.

Well, pantai ketiga saya, Uluwatu… ternyata jauuuuuhhhh lebih bagus daripada Carita.

Tapiiii… hanya selang beberapa jam kemudian, saya meralat kesimpulan saya. Pantai keempat, Dreamland… lebih bagus lagiiiiiiiiii. Waaaaaaaaa…

Fufufufu… pantai kelima, Tanah Lot… ternyata mengalahkan Dreamland.

Sampai di situ saya sempat yakin, bahwa pantai juara adalah pantai-pantai di Bali.

Tapi saya salah, tentu saja. Keajaiban terus terjadi.

Saya dipertemukan dengan pantai keenam, yang tidak usah jauh-jauh, ada di kampung halaman saya, Garut tercinta. Pantai Puncak Guha, di daerah Pameungpeuk, Garut Selatan. Ah… cantik nian dia. Jadi maaf ya Bali, kamu tersingkir dari kedudukan pertama.😀

Selesai? Belum dong. Eforia masih berlanjut. Kali ini ke Lampung. Pantai ke… berapa itu ya. Pantai Pihabung, Pantai Mutun… wow, selalu dan selalu yang baru lebih cantik daripada yang sebelumnya.

Sampai kemarin, yang terakhir, saya menjejakkan kaki di Pantai Tanjung Tinggi, Belitung. Ckckckck…. ITU BARU FANTASTIS!

Sekarang setelah saya mulai mengenali polanya, saya tidak sabar lagi. Pantai yang berikutnya, di mana pun itu, PASTI lebih bagus daripada Tanjung Tinggi. Uuuhh…. rasanya seperti selalu, setiap kali, saya diberi lebih daripada yang saya harapkan, khusus untuk satu hal ini. Kenikmatan duniawi yang tiada taranya.🙂

6 Comments
  1. eNib permalink

    begitu ya? tp sesungguhnya setiap pantai itu memiliki keindahan sendiri2. Hanyaaaaaa memang pantai paling bungsu ini teh spesial pisan… batu2 nya itu loh, dan tentu saja sangat masuk akal klo pantai ini tidak Tuhan letakkan di Bali.. karena klo di Bali, batunya pasti sudah dibikin diukir2, dipahat2 jadi patung😀

  2. coba pantai siung derah wonosari … dari jogjakarta sekitar 1.5 jam … mudah²an jadi urutan pertama … hehe

    ato coba maen² ke pulau sempu … rekomendasi bisa diliat di google :p

  3. ate permalink

    oke banget ceritanya tha… bersyukurlah kita karena diberi rasa yang senantiasa bisa menikmati yang baru menjadi begitu indah di banding sebelumnya… sippp..

  4. siu permalink

    mana photo lainnya jeung, koq aku klik sana sini gak kebuka….
    tp itu sungguh2 notes yg bagus,jd buat aku penasaran dan menambah keinginan utk ksono🙂

  5. Dani Wildan permalink

    Praise The Lord …. Dia yang Maha Berseni, walaupun media yang digunakan sama yaitu pantai, ternyata Dia bisa membuatnya tampil dengan kesan indah yang berbeda ….

    • @enib: iya, masuk akal Gan. brarti setiap kali tuh yg aku liat adalah sisi keindahan yg baru, makanya selalu ngerasa lebih bagus.
      @arai: wokeh, thanks utk rekomendasinya. mudah2an bisa ke sana.
      @atin: thanks ya dah mampir sini. iya aku bersyukur bgt, wah dulu aku yakin gak akan sanggup ke tempat2 itu, secara aku mabokan, hehe.
      @rina: tunggu disortir dulu ya bu, buanyak tenan fotonya.
      @wildan: weeeittss aya si bos ka dieu. meni tersanjung. nuhun kang. kalo gak salah kamu teh kerjanya travelling mulu ya? hehehe, beruntung pisan tah.

Comments are closed.

%d bloggers like this: