Skip to content

The Total Formula For Success

August 4, 2009

Stop Dreaming Start ActionSeorang penulis dan praktisi bisnis terkemuka bernama Michael George pernah membuat suatu rumusan sukses yang menarik. Menurutnya, formula sukses mempunyai persamaan berikut ini, yakni SUKSES = VISI + IMAJINASI + AKSI + EMOSI.

Anda pasti setuju bahwa sukses mula-mula terkait dengan VISI. Ibarat sebuah tali, visi yang jelas mengikatkan diri kita pada suatu masa depan yang jelas. Dengan visi yang jelas, semua energi dan sumber daya yang ada bisa diarahkan secara efisien, untuk mencapainya.

Arnold Schwarzenegger dulu punya cita-cita untuk menjadi binaragawan terbaik. Untuk itu setiap hari ia menghabiskan waktu 3 sampai 6 jam untuk melatih otot-ototnya. Setelah bertahun-tahun ia berhasil. Setelah berhasil menjadi binaragawan sukses, ia pun mengarahkan visinya menjadi aktor, padahal bahasa Inggrisnya beraksen Austria kental. Namun dengan disiplin dia berlatih akting setiap hari selama berjam-jam, dan akhirnya ia berhasil lagi.

Elemen kedua adalah IMAJINASI. Seorang senior sales manager sukses menceritakan, waktu pertama kali bekerja sebagai medical respresentative, kehidupan keluarganya masih pas-pasan, namun ia punya tekad untuk mencapai kehidupan finansial yang lebih baik. Suatu ketika ia memasang foto rumah impiannya yang digunting dari sebuah koran. Guntingan itu ditempelkan di cermin sehingga setiap pagi sewaktu menyisir ia akan melihat gambar dari rumah impiannya itu. Imajinasi dari rumah itu sedemikian memotivasi dirinya dalam bekerja, sehingga tidak lebih dari tiga tahun kemudian ia dan istrinya berhasil mewujudkan rumah impian tersebut.

Walt Disney menciptakan Disneyland dari impiannya. Albert Einstein menciptakan teori relativitasnya dengan mengimajinasikan dirinya menunggang cahaya.

Jadi, hidupkan imajinasi Anda supaya otak Anda bisa melihat lebih dahulu gambaran dari mimpi Anda.

Berikutnya, elemen sukses ketiga adalah AKSI. Ada sebuah kisah tentang dua ekor katak yang tinggal di sebuah danau yang sedang mengering akibat kemarau panjang. Katak pertama menasihati temannya agar mereka segera pindah seperti yang lainnya. Katak kedua ngotot tidak mau pindah.

Katak pertama bilang, “Ayolah temanku, kita harus pergi mencari danau lain. Aku tahu, kalau kita tak pergi, kita akan mati.”

Katak kedua hanya bilang, “Nggak kawanku. Aku akan tetap tinggal di sini, di tempat kelahiranku, menunggu hujan tiba.”

Pada akhirnya, yang mana yang mati? Ternyata keduanya mati. Ya, bahkan si katak pertama. Mengapa? Karena katak pertama cuma NATO, alias No Action Talk Only. Impian tanpa aksi tetap tidak ada artinya.

Joel Barker mengatakan: “Vision without action is merely a dream. Action without vision just passes the time. Vision with action can change the world.” Jadi, Stop Dreaming Start Action!

Last but not least, elemen terakhir adalah EMOSI. Intinya, kaitkanlah emosi Anda dengan imajinasi sukses yang ingin Anda raih. Anthony Robbins mengemukakan prinsip kesenangan (pleasure principle) dan prinsip rasa sakit (pain principle) yang intinya, orang akan mengejar kesenangan dan menghindari rasa sakit. Sesuai dengan elemen emosi ini, tugas Anda adalah membayangkan rasa senang yang akan Anda nikmati jika Anda mewujudkan impian Anda. Begitu juga, bayangkanlah bagaimana rasa sakit, kesulitan atau derita yang mungkin Anda alami jika Anda tidak berhasil mewujudkan cita-cita Anda.

Tipsnya, ciptakan rasa sakit dan rasa senang, karena itulah yang akan menjadi dua roket pendorong kesuksesan Anda.

Demikianlah, dengan membangun visi, imajinasi, aksi, serta emosi bagi masa depan Anda niscaya sukses berada dalam genggaman Anda. Be emotionally intelligent.

(Tulisan ini dikutip dari buku Smart Emotion vol. 1 karangan Anthony Dio Martin bab 20 halaman 95. Beberapa bagian telah saya potong atau saya edit, namun tanpa mengubah makna tulisan beliau.)

From → matabaca

Comments are closed.

%d bloggers like this: