Skip to content

Inspirasi Laskar Pelangi

May 10, 2009

laskarpelangiMalu deh, hari gini aku baru nonton Laskar Pelangi. :”> Baca bukunya sih udah lama, tapi nonton filmnya baru hari ini.

Aku gak mau nulis resensi, secara ulasan ttg film ini udah banyak ditulis orang. Aku hanya ingin mencatat ini untuk diriku pribadi, sebagai pengingat beberapa hal yang menyentuh.

Pertama, nasehat Pak Harlan:

“Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.”

Iri banget euy sama kesepuluh anak itu, karena mereka punya Pak Harlan yang berulang kali menasehati dan mengingatkan mereka pada prinsip tsb. Aku sudah tau nasehat itu, tapi seringkali tanpa disadari malah mempraktekkan yang sebaliknya, yaitu menerima (mengharapkan, meminta, menuntut) sebanyak-banyaknya. Lupa bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

Kedua, terlepas dari setting cerita (sekolah Islam Muhamadiyah), film ini mengingatkanku lagi bahwa dalam hal apapun landasan spiritual itu penting. Bahwa nomor satu, seharusnyalah ada Yang Maha Kuasa terlebih dulu, baru kemudian hal-hal lainnya.

Ketiga, tokoh paling berkesan bagiku adalah Lintang. Seorang yang bertanggung jawab tinggi, tak mudah putus asa, jenius, sangat bersemangat untuk sekolah, tapi tragisnya kehilangan kesempatan itu. Ngenes dan greget rasanya, kenapa filmnya gak happy ending? Tapi itulah kisah nyata Lintang. Adegan yang paling membuatku tercekat? Waktu Lintang menyampaikan perpisahan kepada teman-teman dan Bu Mus, mengayuh sepedanya menjauh, kemudian Ikal berlari mengejar Lintang dan meneriakkan namanya. Terharu abis.😦

Keempat, film ini menggugah kesadaranku bahwa sekolah dan anak-anak seperti di SD Belitong masih sangat banyak di Indonesia ini. Selama ini aku gak pernah peduli. Tau sih (dari berita), tapi itu bukan urusanku. So I do nothing. Wew…

Kelima, aku suka sama pemeran Mahaaaaaaarr.. hihihi.. cakep.

Keenam, suatu saat aku INGIN KE BELITONG!! Pantainya cantek nian.πŸ˜‰

Ketujuh, mengutip bisikan Ikal pada Samson:

“Makanya, jika kau tak rajin sholat (beribadat), pandai-pandailah kau berenang.”

Btw, aku beli DVD aslinya loh, bukan bajakan. Jangan beli bajakan untuk film-film dalam negeri yaaaa…πŸ˜‰

From → blissful moments, fun

Comments are closed.

%d bloggers like this: