Skip to content

Aku mencintaimu meskipun…

May 8, 2009
iloveyou.jpg

iloveyouNgomongin cinta yuk?😛

Selama berabad-abad manusia berusaha mendefinisikan cinta, dan hasilnya kita menemukan seabreg pendapat yang berbeda-beda. Yang mana yang bener? Embuh.. mabok mikirinnya.

Beberapa hari yang lalu aku nonton acara “Masihkah Kau Mencintaiku” di RCTI. Nah di bagian akhir episode itu, Mas Helmy mengutip sebuah quote:

… bukan “aku mencintaimu karena”, melainkan “aku mencintaimu meskipun”

*sori kalimat tepatnya udah lupa, hehe, pokoknya intinya gitu deh*

Hmm, kayaknya pernah denger, tapi entah di mana. Apakah itu kutipan dari sebuah buku? Lagu? Puisi? Film? Yang jelas, makin direnungkan maknanya makin berkesan.

Apa bedanya “mencintai karena” dengan “mencintai meskipun”? Lebih senang dicintai karena atau dicintai meskipun? Lebih mudah mencintai karena atau mencintai meskipun? Hehehehe… pusing pusing deh…😛

Googling googling, aku menemukan 2 buah blog menarik yang masang quote tsb.

Yang pertama blog ohaiyoo ini. Judulnya Karena Vs Walaupun.

Aku mencintaimu karena kamu baik, karena kamu penuh pengertian, karena kamu sabar, karena kamu sayang sama keluargaku, karena kamu selalu bisa membuatku merasa nyaman. Dan sederetan sifat baik lainnya….

Pasangan kita bisa berubah, kita pasti gak bisa lagi dong bilang aku mencintaimu karena ini lah, itu lah…. (tapi) Gak mungkin kan kita bilang aku mencintai karena kamu ontime, tapi sekarang

Jawaban ini pasti akan terasa memojokkan. Percaya degh, ujung-ujung pasti berantem!

Coba deh sekali-kali ganti karena dengan walaupun….

Aku mencintaimu walaupun kamu sering telat.
Aku mencintaimu walaupun kamu sering marahin aku

Aku mencintaimu walaupun kamu sering membuatku menangis
Aku mencintaimu walaupun kamu jauh dan kita jarang ketemuan
Aku mencintaimu walaupun kamu sering bohongin aku (???)
-efek dari jarak jauh!!hehehehe

Betapa leganya bisa mengungkapkan ganjalan hati tanpa membuatnya terluka. Salah satu bentuk menerima pasangan apa adanya sekaligus complain tersirat yang efektif bukan???”

Yang kedua blognya natazya. Tema utamanya berbeda sih (ujungnya doang yg mengandung tema “meskipun”), tapi menarik untuk disimak. Di bawah ini adalah bbrp kutipan dari blog ybs.

“Lelaki dan perempuan sama-sama didesain untuk menjadi pemenang. Menang! Cowok menang milih, cewek menang nolak. Masalahnya sekarang banyak wanita yang mencoba untuk merubahnya menjadi: Cewek menang milih. Jadi kalau cewek menang milih maka berarti cowok menang nolak! Bagi para cowok, kalau ditolak adalah hal yang biasa. Memang sedih untuk sesaat. Tapi tidak untuk meratapinya. Lagipula cowok didesain lebih banyak “bermain” pikiran, daripada perasaan. Masalahnya, apakah para cewek siap kalau ditolak cowok setelah “menang” milih cowok yang mana aja?”

“… seorang perempuan sedang tergila-gila kepadanya dan menjadi begitu agresif. Ia ingin memiliki ayahku. Tetapi sebenarnya lelaki tidak bisa berdusta, dan jarang berpura-pura. Ayahku tidak mencintainya. Namun perempuan itu memaksanya. Ayahku lelaki sejati yang harus selalu memulai dan tidak bisa didahului seperti itu. Kepada ibukulah, ayahku jatuh cinta.”

“Percayalah bahwa dalam kamus lelaki tidak ada istilah BELAJAR mencintai. Mau perempuan yang ditujunya seperti apa, mau gemuk, mau pendek, mau rada tulalit atau sebut saja kekurangan lainnya, percayalah bahwa lelaki adalah makhluk yang jatuh cinta, bukan belajar untuk mencintai. Tetapi, perempuan bisa BELAJAR mencintai.”

“Anda harus tahu kuncinya bahwa Anda didesain untuk dicintai dan diperlakukan bak ratu. Bukan menjadi seorang yang mengejar-ngejar lelaki…. Perempuan… Anda ditentukan untuk begitu dicintai, dikagumi, dilindungi, dikasihi, diperhatikan, diayomi…. Tidak peduli bentuk fisikmu, tidak peduli tingkat pendidikanmu bahkan tidak peduli masa lalumu. Ia akan datang dengan kata-kata ini, ‘Aku mencintaimu walaupun – .’

Oya, silakan masuk ke blog-blog ybs untuk memahami konteks besarnya ya. Aku di sini cuma mengutip beberapa bagian aja, sekedar jaga-jaga kalau sumbernya nanti hilang atau dihapus si empunya.

Membaca kedua tulisan itu, kemudian menghubungkannya dengan kutipan di awal tulisan ini, aku jadi berpikir… hmm, kalau begitu apakah lelaki didesain untuk “mencintai meskipun”, sedangkan perempuan untuk “mencintai karena”? Misalnya…

“Perempuan mencintai karena dicintai…”

Sedangkan “lelaki mencintai meskipun tidak (belum) dicintai…”

Hehehehe… permainan kata…😛

*anyway, jadi inget Notes-nya Teh Okky yang Fortuneteller Says di facebook waktu itu deh*

Kembali ke pertanyaan awal, apa bedanya? Well, menurutku bedanya adalah: “mencintai karena” adalah definisi CINTA, sedangkan “mencintai meskipun” adalah KOMITMEN.

Setuju? Gak setuju? Silakan beropini…😉

Btw mau coba melengkapi kalimat itu? Sok, mangga lah.

“Aku mencintai dia/kamu meskipun dia/kamu……..???”

Selamat weekend…🙂

From → featured, opini

9 Comments
  1. aku mencintai dia meskipun dia memiliki banyak kelebihan………hihihi

    hmmm hmmm ada beberapa kalimat yang menyindir aku tuuhhh😉

  2. wahahhaha,…
    pusing juga ya…
    banyak karena dan meskipun heheh

  3. punya gue g ada ya ?
    mbak, masih ingat ama gw g ? si Riu, dari Nganjuk🙂

    • apa yg gada? masih inget, ini riu yg gak bayar cash itu toh..😛
      aku sudah ngelink dirimu.

  4. ary permalink

    bukunya apa yah????

    mau baca jadinya😀

    • hai ary, salam kenal ya.
      duh maaf banget sy juga blm nemu bukunya. klo kamu duluan nemu, kasih tau ya.😀

  5. Saya permalink

    Aku mencintai dia/kamu KARENA ga tega ..

    ada tangapan?😉

    • hmm.. berarti masih low level neh, belum mencintai WALAUPUN…😉

Comments are closed.

%d bloggers like this: