Skip to content

Rindu

April 2, 2009

Rindurindurindurindurindurindurindurindurindurindu…

Nuansa Bening (Keenan Nasution)

Oh, tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja

Waktu perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu

Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan

Oh, tiada kejutan pesona diri
Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja

Masa pertalian terjalin sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi

Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi

Masa pertalian terjalin sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi

Menatap nuansa nuansa bening
Tulusnya doa bercinta

Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat

Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku

Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat

Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku

 

Rindu Lukisan (Ismail Marzuki)

Rindu lukisan mata suratan hatiku nan merindu
Rindu bayangan nan meliputi paras sari wajahmu
Mengapa membisu seribu basa
Mengapa mendusta seribu kata

Mungkinkah bulan merindukan kumbang
Dapatkah kumbang mencapai rembulan

Rindu katakan rindu, usah kau malu karena asmara
Risau engkau Dik, risau aku pun maklum maksud tak sampai
Rindu hatimu, aku pun demikian
Rindu sudah nasib untung di badan

 

Wulan Merindu (Cici Faramida)

Sunyi sepi malam tanpa sinar bulan
Sesepi diriku sendiri dalam penantian
Tak tahan rasanya gelora di jiwa
Ingin segera bertemu

Duhai kekasihku duhai pujaanku
Aku rindu kepadamu
Sekian lamanya kumemendam rasa
Tak tertahan lagi rasa gundah di dalam dada

Teringat dirimu terbayang kau selalu
Setiap malam-malamku
Datanglah sayangku hadirlah kasihku
Wulan ini merindumu

Betapa indahnya dunia terasa
Bila kau ada di sisiku
Alangkah syahdunya seakan terasa
Bagaikan ku di alam surga

Bawalah diriku oh sayang
Kuingin selalu bersamamu
Tak sanggup lagi diri ini
Berpisah denganmu kasih

Cintaku sayangku kasihku
Kuserahkan hanya kepadamu
Semoga Tuhan merestui
Bahagia selamanya

 

Rindu Tebal (Iwan Fals)

Sewindu sudah lamanya waktu
Tinggalkan tanah kelahiranku
Rinduku tebal kasih yang kekal
Detik ke detik bertambah tebal

Pagi yang kutelusuri riuh tak bernyanyi
Malam yang aku jalani sepi tak berarti
Saat kereta mulai berjalan
Rinduku tebal tak tertahankan

Terlintas jelas dalam benakku
Makian bapak usirku kupergi
Hanya menangis yang emak bisa
Dengan terpaksa kutinggalkan desa
Seekor kambing kucuri
Milik tetangga tuk makan sekeluarga

Bapak tak mau mengerti
Hilang satu anak tuk harga diri
Aku pergi meninggalkan
Coreng hitam dimuka bapak
Yang membuat malu keluarga

Ku ingin kembali
Mungkinkah mereka
Mau terima rinduku

Maafkan semua kesalahanku
Kursi kereta yang pasti tahu

 

Sabda Alam (Chrisye)

Kicau burung bernyanyi
Tanda buana membuka hari
Dan embun pun memudar
Menyongsong fajar

Sejenak ku terlena
Akan kehidupan yang fana
Nikmat alam semesta
Nusa indah nirmala

Serasa pagi tersenyum mesra
Tertiup bayu membangkit sukma
Adakah esok kan tersenyum jua
Memberi hangatnya sejuta rasa

Reff.
Sabda alam, menghanyutkan suasanaku
Kadangkala kebosanan mencekam jiwa
Sabda alam, berbuah kodrat tak tertahan
Rasa cinta, rasa nista berpadu satu

 

Hening (Chrisye)

Kala malam tiada berbintang
Tampak redup wajah rembulan
Hening sunyi sangat mencekam
Desir angin pun tanpa suara

Kutermenung menatap alam
Kepasrahan semakin dalam
Jagat raya dan seisinya
Lukisan segala kuasa

Refr 1:
Kehidupan di alam semesta
Mengagumkan dan luar biasa
Semakin kurasa keagungan ini
Karya cipta-Mu Tuhan

Embun pagi dan rerumputan
Hijau daun dan warna bunga
Kicau burung yang hinggap di dahan
Matahari bersinar terang

Refr 2:
(Dan) Semua ini semakin kurasa
Sebagai nikmat yang telah Kau berikan
Takkan kulangkahkan kakiku lagi
Tanpa bimbingan-Mu Tuhan

Kala malam tiada berbintang
Kutermenung menatap alam
Hening sunyi sangat mencekam
Kepasrahan semakin dalam

Embun pagi dan rerumputan
Matahari bersinar terang
Kicau burung yang hinggap di dahan
Lukisan segala kuasa

 

TUHAN (Bimbo)

Tuhan,
Tempat aku berteduh
Di mana aku mengeluh
Dengan segala peluh

Tuhan,
Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku memuja
Dengan segala doa

Reff:
Aku jauh, engkau jauh
Aku dekat, engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dosa bertaruh

From → curhat, telingadengar

6 Comments
  1. Saya permalink

    Wew …. akhirnya aku dapat “Rindu Tebal” nya Iwan Fals …
    udah tak donlot hehe … tararengkyu mbak …๐Ÿ˜‰

  2. cieeee….

    rindu kasaha tehhhhh….

    hehe….

  3. rindu ke aku yaaa :p

    • @aji: ur welcome, mas aji. btw yg bagian “… seekor kambing kucuri …” itu pengalaman pribadi yak?๐Ÿ˜€
      @andri: rindu ka saha nya? heuheuheu.. duka ateuh rumaoseun teu nya anjeunna…๐Ÿ˜›
      @aci: hahaha.. tah geuning aya nu rumaos๐Ÿ™‚
      @hendra: oh iyaaaaa… kok gak inget lagu itu ya.. temanya rindu juga..๐Ÿ™‚

  4. oh burung….. nyanyikanlah….. katakan… aku rindu…. xixixi

  5. Saya permalink

    @seawind : kakkakakaka …. menohok dengan telak … sial .. :))

Comments are closed.

%d bloggers like this: