Skip to content

Mimpi-Mimpi Einstein

March 2, 2009

Kemarin baru dibawain buku Mimpi-Mimpi Einstein sama seseorang. Udah susah nyarinya tuh, di bookstore online aja udah out of stock.

Novel pendek ini isinya adalah gagasan2 Einstein yang dikemas dalam rupa cerita fiksi. Yang nulis novel ini Alan Lightman. Kayaknya menarik deh menyimak teori-teori fisika disajikan secara “manusiawi” *gak njelimet jadinya*.

Kalau aku langsung menyamakan Pak Alan ini dengan si Ikal yang mewujudkan dalil Lintang waktu mereka ngangkat kapal dari dasar danau (baca buku Maryamah Karpov hal. 333).

Di salah satu kisah, ada seorang lelaki di ambang keputusan: apakah dia mending menemui seorang perempuan di Fribourg? Perempuan yang sepertinya suka menyeleweng dan mengkritik dan akan membuat hidupnya sengsara.

Pada akhirnya dia sih memutuskan gak menemuinya lagi, berkonsentrasi pada kerjaannya, kemudian stlh beberapa tahun dia menemukan perempuan lain, menikahinya, dan hidup bahagia sampai tua.

Tapi di dunia kedua, si lelaki memutuskan menemui perempuan dari Fribourg itu. Mereka kemudian bercinta, menikah, dan meskipun mereka sering berdebat dan bertengkar, toh si lelaki dan perempuan itu tidak pernah berpisah. Mereka bercinta sebanyak mereka bertengkar. Mereka bahagia dengan penderitaan mereka.

Di dunia ketiga, si lelaki juga menemui perempuan tsb. Namun di dalam rumah, mereka hanya mengobrol sambil minum teh, dan tak lama kemudian mereka berpisah. Si lelaki kemudian pulang ke kotanya, merasa hampa sepanjang perjalanan, naik ke apartemennya dan berdiri di balkon sendirian.

“Tiga rentetan peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi, serentak. Bagi dunia seperti ini, waktu memiliki tiga dimensi, seperti ruang. Dan karena satu benda bisa bergerak tegak lurus ke tiga arah, horisontal, vertikal, dan membujur, maka sebuah benda dapat berada dalam tiga masa depan yang tegak lurus. Setiap masa depan bergerak dalam arah waktu yang berbeda. Setiap masa depan adalah nyata. Apapun keputusan yang diambil, apakah lelaki itu jadi mengunjungi perempuan di Frobourg atau tidak, dunia membelah menjadi tiga, masing-masing dengan orang-orang yang sama tetapi dengan takdir yang berbeda.”

Pertanyaannya, bila semua kemungkinan dari keputusan-keputusan itu akan terjadi, bagaimana orang bertanggung jawab atas tindakannya?

Di sisi lain, tiap keputusan seharusnya dipertimbangkan masak-masak dan dilaksanakan, sebab tanpa rasa tanggung jawab akan terjadi kekacauan. Orang-orang ini puas menjalani kehidupan di dunia yang saling bertentangan, sepanjang mereka memahami alasan masing-masing.

Hmm, teori yang sangat memancing pemikiran. Bagaimana dengan 3M, Mimpi-Mimpi Martha.

From → matabaca

7 Comments
  1. pertamax kitu abdi๐Ÿ˜€

  2. Saya permalink

    Sepertinya penulisnya sedang meng-gelisah-kan sesuatu, ada harapan terpendam kayaknya …๐Ÿ˜€ .. :P~~

    *penulis yang mana ya …*

  3. wahhhh ternyata likaku-liku kehidupan bercinta einstein sangat sulit

    mmm……..mmmmmm……….mimpi gw apa ya….?

  4. eh t martha…. salamin ateuh ka kang enstein nyak…..๐Ÿ˜€

    ….( c hendra OOT wae……)

  5. selamat hari kamus teh martha … hehe

  6. Luar biasa, Einstein menjadi inspiratormu. Dia adalah ahli fisika. Saya juga sudah baca artikelnya. Menarik sekali. Sebagai orang baru, saya masih harus belajar. Makanya, aku undang teman untuk kunjungi blogku: http://www.anselsahang.blogspot.com yang berisi tentang artikel-artikel yang aku tulis dalam Bahasa Inggris. Atau e-mail: anselsahan@gamil.com. Mat berjuang dan proficiat.

  7. Mudah-mudah Einstein menjadi teladan bagi kesuksesanmu, teman. Aku teman barumu dan udah baca artikelnya. Luar biasa. Jika berkenan, tolong kunjungi blogku: http://www.anselsahang.blogspot.com, yang berisi artikel-artikel Bahasa Inggris atau e-mail: anselsahan@gmail.com. Mat berjuang, teman. GBU.

Comments are closed.

%d bloggers like this: