Skip to content

Pilar in Love

February 21, 2009

Kuawasi wanita yang telah menjadi diriku selama ini: lemah namun mencoba tampak tegar. Takut terhadap segala sesuatu namun mengatakan pada dirinya itu bukan perasaan takut – itu kebijaksanaan seseorang yang tahu apakah sebenarnya kenyataan itu. Wanita yang memasang tirai di depan jendela-jendelanya agar cahaya bahagia matahari tidak masuk ke dalam – hanya supaya cahaya matahari tidak membuat perabot tuaku kehilangan warna.

Di sudut ruangan itu, aku menatap Yang Lain – rapuh, lelah, kecewa. Ia mengendalikan dan menguasai apa yang seharusnya sungguh-sungguh bebas: perasaan-perasaannya. Mencoba menilai cinta-cintanya di masa mendatang dengan peraturan-peraturan yang diciptakan luka-lukanya di masa lalu.

Namun cinta selalu baru. Tak peduli kita pernah jatuh cinta satu, dua, ataukah lusinan kali dalam kehidupan kita, kita selalu menghadapi situasi yang sama sekali baru. Meskipun dapat membawa kita ke neraka maupun surga, cinta selalu membawa kita ke suatu tempat. Kita hanya perlu menerima, karena cintalah yang memelihara keberadaan kita. Jika kita menolak cinta, kita akan mati kelaparan, karena kita tidak lagi memiliki keberanian untuk mengulurkan tangan dan memetik buah-buah dari dahan-dahan pohon kehidupan. Kita harus menyambut cinta di mana pun kita menemukannya, meskipun itu berarti berjam-jam, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu kekecewaan dan kegetiran.

Di saat kita mulai mencari cinta, cinta pun mulai mencari kita.

Dan menyelamatkan kita.

Ketika Yang Lain meninggalkan aku, sekali lagi hatiku mulai berbicara padaku. Hatiku berkata retakan di bendungan telah mengalirkan air, bahwa angin bertiup serentak ke segala penjuru, bahwa ia bahagia karena sekali lagi aku bersedia mendengarkan apa yang ingin dikatakannya.

Hatiku berkata aku sedang jatuh cinta. Dan aku pun terlelap dengan senyuman di bibirku.

***

Bagus yaaaaah! Itu kutipan dari buku Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis karangan Paulo Coelho.

Thanks Arai, udah merekomendasikan buku ini.😉

From → matabaca

3 Comments
  1. PERTAMAX!!!

    karya² Paulo Coelho emang hebring² … buku²nya bisa bikin merubah daya pikir seseorang … halah

    aya hiji deui teh tapi rada bingung menyimak ceritana, kudu berulang² bacana baru ngerti … Sang Iblis dan Nona Prym

  2. jadi penasaran deh sama buku ini
    hihihi…..
    teteh, nambut lah😉
    oia, buku teteh masih ada di aku tuwh

  3. emang keren yak?

    ….beyound good n evil….. xixi

Comments are closed.

%d bloggers like this: