Skip to content

Sentuhan

January 18, 2009

honeymoon with my brotherAku lagi baca buku Honeymoon with My Brother yang ditulis oleh Franz Wisner. Tadinya under estimate ni buku, secara blm pernah denger nama pengarangnya. Eh ternyata aku malah menikmatinya, dan gak pengen buru-buru tamat. Makanya jangan menghakimi buku dari covernya pengarangnya.😛

Kutip dari sinopsis di cover belakang bukunya:

“Lucu, menyentuh, dan sekaligus sangat menghibur, buku ini bakal memancing hasrat bepergian Anda. Mengikuti kedua bersaudara itu sedikit demi sedikit menanggalkan setiap rutinitas harian mereka dan hidup bebas merdeka, mau tak mau Anda akan berharap dapat melakukannya juga….”

Well, sesumbarnya bener banget! Aku sudah jadi korbannya. Pengeeeenn… *ngiler*

Aku juga suka penggambaran bagaimana hal-hal yang mereka (Franz dan adiknya, Kurt) temui selama perjalanan itu telah menyentuh hati, jiwa, dan hidup mereka. Mereka belajar banyak dari perjalanan mereka. Lalu pada gilirannya aku belajar banyak dari pengalaman mereka. Perenungan mereka, ketika kubaca, bertransformasi menjadi perenunganku juga. Hehehe.

“… Ada banyak orang lain yang telah menyentuh kami selama perjalanan ini. Di Asia, mereka adalah pelayan gipsi di pantai Koh Lipe, yang mengenakan baju yang sama setiap hari dan tidur di lantai restoran pada malam hari. Atau pemandu wisata yang penuh kebanggaan di Istana Kerajaan di Bangkok, yang tak henti-hentinya membicarakan tentang pendidikan tinggi anak perempuannya.

Yang tidak kusangka adalah sumber utama pendidikan kami bukanlah museum atau gereja, melainkan orang-orang tertentu yang membuat kami merasa beruntung karena telah berjumpa dengan mereka.”

(surat Franz untuk nenek angkatnya, La Rue)

Hmm, bagian itu membuat aku memikirkan orang-orang yang telah menyentuh hidupku juga, yang berperan dalam membentukku menjadi aku yang sekarang ini…

From → about me, matabaca

2 Comments
  1. sepertinya bagus bukunya … patut dimasukan dalam list pembelian buku berikutnya ne … hehe

    mudah² sebagus sang al kemis :p~

  2. @arai: aku blm baca sang alkemis. boring gak sih? hehehe.

Comments are closed.

%d bloggers like this: