Skip to content

Menarilah dan Terus Tertawa

November 28, 2008

Bukan, ini bukan tentang Laskar Pelangi.😉

Ternyata udah cukup lama aku gak curhat maupun dicurhatin mengenai masalah pribadi. Kayaknya masa-masa itu terjadi jutaan tahun yang lalu, hehe. Tapi ketika tau-tau aku berada di tengah-tengah sesi itu, mulai deh beberapa hal mengalir kembali di ingatanku, meskipun gak aku kehendaki.

Setiap orang pernah berada di titik yang terbawah dalam hidupnya. Ketika sekarang menengok kembali ke masa itu, apa yang dirasakan ya? Malu? Geram? Menyesal? Bersyukur? Atau udah lempeng biasa aja?

Tiba-tiba aku ingat percakapan dengan seorang sopir taksi beberapa minggu lalu. Dia menceritakan obrolan-obrolan menarik yang dia alami bersama penumpangnya. Salah satunya, waktu dia menasehati seorang remaja putri yang baru patah hati. Dari mulutnya mengalir nasehat bijak penuh keyakinan yang hanya bisa diungkapkan oleh orang yang pernah mengalaminya sendiri.

“Patah hati itu memang sakit, Mbak. Saya selalu kasihaaann sekali kalau ketemu orang yang baru patah hati. Tapi saya cuma bisa menghibur ybs bahwa meskipun itu sekarang sakit banget, tapi suatu saat itu bakal lewat kok. Pasti. Mungkin sekarang gak kebayang bahwa sakit itu bisa berakhir. Tapi tanpa diapa-apain pun, dengan sendirinya suatu saat sakitnya akan berkurang, makin berkurang, sampai suatu ketika sakitnya berhenti. Memang ada bekas lukanya, tapi gak berdarah lagi.”

Wih aku takjub deh sama si Bapak. Memang kebijakan itu bisa berasal dari siapa aja, orang sederhana sekali pun.

Well, aku mengamini si Bapak ini 100%. Bener banget!

Hati seorang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling alot. Dia bisa babak-belur, terpelanting, terbanting, hancur berkeping-keping. Tapi dia PASTI akan sembuh lagi. Bahkan gak kapok, kapan-kapan dia ulang lagi menghampiri hal yang sama. Hancur lagi. Tapi ya bangun lagi.😉

Wah jadi inget lagu Chiquitita-nya ABBA.

“Chiquitita, you and I know
How the heartaches come and they go
And the scars they’re leaving
You’ll be dancing once again and the pain will end
You will have no time for grieving

Chiquitita, you and I cry
But the sun is still in the sky and shining above you
Let me hear you sing once more like you did before
Sing a new song, Chiquitita”

Menarilah dan terus tertawa….

Comments are closed.

%d bloggers like this: