Skip to content

Oleh-Oleh dari Bali

November 4, 2008

Sebetulnya waktu masih di Bali aku meniatkan untuk bikin semacam tulisan liputan liburan di Bali ini. Tapi dipikir-pikir, bakal kayak novel ntar saking panjangnya.πŸ˜› Ya sudah mudah-mudahan aku sanggup menulis versi singkatnya, yang seru-seru aja.

Empat hari di Bali, tiap hari ada aja minimal satu moment yang berkesan.

– Hari pertama. Yang berkesan apa? Berhasil terbang tanpa mabok! Padahal aku paling benci terbang. Berasa gimana gitu, waktu bisa segar bugar setelah landing, bisa haha-hehe sama yang lain. Jadi sambil antri bagasi langsung deh pamer, sms bbrp teman yang tau penyakitku ini.πŸ™‚

– Masih hari pertama, yang mengesankan nomor 2, tp secara negatif, adalah waktu di Uluwatu. Kacamataku disamber monyet 2 kali. Buset itu monyet gesit sekali, kalah deh jambret DKI. Kacamatanya bisa diambil balik sih (sama pawangnya dituker makanan), tapi karena jatuh ganjal hidungnya copot dua-duanya dan gagangnya melar.

– Hari kedua. Aku main parasailing untuk pertama kalinya. Woohoo.. asyik sekaliiiii. Terbang dengan parasut ini rasanya beda dengan terbang pake pesawat. Aku berada tinggiiiiiii di atas laut, nengok ke bawah pemandangannya keren! Setelah bbrp saat, aku coba teriak. Mestinya kan cuek aja ya, wong gak ada yang dengar. Tapi kok malu sendiri ya. Hahaha. Mesti latihan dulu nih.πŸ˜‰

– Selain itu, aku juga daftar diving. Sebelumnya dikasih briefing dulu, diajarin bahasa isyarat kalau mau naik (gaya RCTI oke), mau turun (jempol ke bawah), isyarat “everything’s OK” (jempol dan telunjuk disatukan membentuk huruf “O”), isyarat “i have problem” (tangan digerakin di depan dada), dan tips kalau telinga sakit. Kemudian diajarin napas pake alat pernapasan, dan dikasih tau bahwa di bawah nanti gak perlu berenang karena akan dituntun oleh instrukturnya. Sejak persiapan sampai balik lagi ke darat, makan waktu sekitar sejam. Karena baru pemula, maka diving-nya hanya sampai kedalaman 3 meter. Tapi itupun udah bagus. Di bawah kita dibekali roti, sehingga ikan-ikan bisa makan dari tangan kita! Keren banget dah! Ada ikan jenis si Dori yang film Finding Nemo itu! Oya, ada dokumentasinya juga, berupa foto-foto dan video rekaman.

– Hari ketiga. The most beautiful place: Tanah Lot . Ah amazing pokoknya. Meskipun saat itu mendung, tapi Tanah Lot tetap aja cantik. Aku sempat sendirian beberapa saat, memuaskan mataku melahap keindahan laut, langit, matahari terbenam, ombak, dan tebing karang. Sengaja menyempatkan diri menikmati pemandangan dengan mata ragaku, selain melalui kamera. Kenangan pribadi yang hanya milikku, bukan konsumsi publik.πŸ™‚ Sayang waktu yang tersisa terlalu singkat. Kalau saja tak terbatas, mau rasanya aku duduk terus sampai malam.

– Hari ketiga, malam, di hotel. Lampu padam! Huahahaha, seru kan. Hotel kok bisa gak ada listrik. Katanya kena giliran pemadaman sedangkan gensetnya gak kuat. So, kami beramai-ramai melupakan niat ngepak koper, dan memilih berkeliaran di Legian.

– Hari keempat. Nah, akhirnya aku kesampean juga ngerasain pijetan mbok-mbok. Pagi-pagi kami ke pantai Kuta, main air sebentar, lalu aku minta dipijat. Sambil berbaring telungkup, si ibu tukang pijat berusaha mematahkan membunyikan punggungku. Ugh puas banget denger bunyi kretek, kretek, kretek. Trus tumit dan telapak kakiku juga dipijat. Uenakk tenan, secara udah berhari-hari ngukur jalan terus dari pagi sampai tengah malam. Seandainya saja si ibu itu bisa ku-export ke Jakarta.πŸ˜‰

– Foto-foto hasil jepretan ada buanyaaaakk banget. Pasti lah ya. Tapi setelah diliat-liat, ternyata yang paling bagus tertangkap kamera adalah Pantai Dreamland. Langitnya biru sekali, awannya lebar-lebar dan rendah, seolah kita bisa menyentuhnya hanya dengan berjinjit dan mengulurkan tangan ke atas. Dan entah gimana, melihat foto-fotonya, kata pertama yang terlintas di benakku adalah: KENTAL. Pasirnya kental. Ombaknya kental. Nanti liat sendiri aja deh foto-fotonya.

Hmm.. terus apa lagi ya yang seru? Belanja oleh-oleh? Jelas. Ntar ya, tunggu pembagian jatah.πŸ™‚

Oh btw. Sebelum lupa. Tadi aku ada cerita diving ya? Umm, sebetulnya ini kesan yang paling gak mungkin aku lupa. Well, aku gak jadi diving. Aku sudah sempat nyemplung di tengah laut, sudah pake alat selam lengkap dg alat pernapasannya, sudah latihan bernapas pake alat itu. Tapi aku gak sanggup menenggelamkan kepalaku ke bawah air. Takuuuuttt euy.. Susah deh dijelaskan secara logis.

Logikanya mestinya sih aku tau aku pasti bisa napas karena ada tabung oksigen. Tapi refleksku gak percaya. Selagi masih di permukaan air, aku bisa napas biasa dari tabung oksigen itu, tapi begitu ambil ancang-ancang untuk tenggelam, aku langsung TAU sedetik kemudian aku gak akan bisa napas. Aku YAKIN bahwa selain di udara, napasku akan hilang. Jadi setiap kali akan memasukkan kepala ke air, refleksku langsung seperti kaget (napas kayak tersentak gitu). Dan aku takut karena aku gak yakin apakah aku memang akan bisa bernapas NANTI di dalam air.

Gak ngerti ya? Ah sudahlah, pokoknya intinya aku menyerah, batal menyelam. Jadi penggambaran ikan-ikan tadi? Oh itu temanku yang cerita, hehe, dan aku kan sudah melihat video dan foto-fotonya.πŸ˜‰ Tapi kenapa sok-sokan daftar nyelam, udah tau gak bisa berenang juga. Well, mungkin aku akan menyalahkan adrenalin, hehe. Waktu itu aku betul-betul lupa bahwa aku punya masalah dengan menahan napas di dalam air. Yang terbayang cuma asyiknya pengalaman yang akan kudapat di dasar laut. Kapan lagi aku ke BALI coba? Moral of the story: aku harus latihan nyelam di kolam renang! Bu Rinaaaaa.. numpang yaaaa…πŸ˜‰

From → fun, jalan-jalan

5 Comments
  1. euh c teteh meni tega maenya mo ngasih aku rok huhu… pokoknya next time kalo traveling ajak2 ah, maksudnya skalian traktir kituw teh πŸ˜€

  2. Wahhhh, martha, aku baru sempet baca blogmu ini… hebat euy… aku liat foto2nya juga bagus bangir… dan aku ga setuju kalo tanah lot yg dibilang the most beautiful place krn bagiku, posisi itu telah direbut oleh DREAM LAND!!! Uahhhh kalo seandainya aku bisa ke bali lagi, yang ingin kudatangi adalah DREAM LAND & menghabiskan waktu berjemur di tepi pantai (asik juga kalo bisa dipijit mbok2 yang mijitin kamu hihihi). Selamat yaaa udah berhasil ga mabok… juga berhasil nyoba mo diving hahhha gpp, nti2 latihan aja dulu di kolam renang… CIA YOU!!! SMANGAT2x!!

  3. madamebuTerfly permalink

    good. udah bisa terbang tanpa mabok. kalo itu ibu ga bisa diekspor, napa ga dikau aja yg diimpor kk? maksudnya seminggu skali ke bali gitu deh, khusus buat pijet doang… hehe.. soal ga bisa napas kalo di bawah air, kayanya aku paham deh..;p

  4. Btw mana dokumentasinya nich???

    Visit : http://www.tanahlot.net

Trackbacks & Pingbacks

  1. Garut, For The First Time « Another Sound of Music

Comments are closed.

%d bloggers like this: