Skip to content

Being Right or Do The Right Thing?

October 27, 2008

Kali ini lagi pengen sedikit berfilsafat *btw enaknya berfilsafat adalah, kita gak harus menemukan jawaban dari satu pertanyaan, karena esensinya adalah mempertanyakan pertanyaan itu sendiri, hehe*.

Pernahkah kalian menerima nasehat untuk jangan lupa mengucapkan terima kasih atas pemberian barang/jasa/bantuan dari orang lain? Pasti pernah ya, terutama waktu kecil.

Tapi pernah jugakah kalian mendengar orang mempertanyakan: “Kok kamu sedikit-sedikit bilang terima kasih sih, kayak sama orang asing aja. Kita kan [teman/sahabat/pacar/suami-istri].”

Atau ini. Waktu kecil kita diajarkan untuk meminta maaf kalau melakukan kesalahan. Tapi setelah dewasa, kadang ada orang yang risih kalau sahabat dekatnya atau keluarga minta maaf untuk kesalahan (yang katanya) sepele. “Ih, kayak sama siapa aja sih?!”

Pernah menyadari pertentangan ini?

Kalau aku sering. Entah sejak kapan, lupa. Dan bukan hal-hal itu saja. Ada cukup banyak nilai-nilai yang aku dengar yang saling bertentangan, tergantung waktu itu aku sedang bicara dengan siapa. Contoh lainnya: ada yang bilang mendisiplinkan anak harus tegas; kalau perlu dipukul ya pukul, tapi ada juga yang bilang jangan pernah memukul anak sebandel apapun dia. Wah kalau didaftarin satu persatu pasti panjang list-nya.

Akibatnya, aku kadang suka bingung sendiri, kemudian bertanya-tanya sendiri, ini mana yang benar sih? Apalagi kalau menyempatkan diri menyimak alasan di balik opini tertentu. Wah, bisa sangat meyakinkan alasannya. Yang ada aku mabok kiri-kanan. Padahal aku dididik untuk melakukan hal-hal yang benar. Tapi kalau yang benarnya ada 2, gimana dong?

Sampai beberapa hari lalu aku membaca sebuah buku (eh atau nonton film ya? halah penyakit lama, suka lupa narasumber). Ada satu kalimat yang menohok banget, katanya:

“Which is most important for you. Being right or do the right thing?”

Waahh.. tambah puyeeengg..😀 Apa bedanya coba antara “jadi benar” dengan “melakukan hal yang benar”? Kan otomatis kalau kita melakukan hal yang benar, kita jadi benar kan? Sebaliknya, kita jadi benar karena kita memang melakukan hal yang benar.

Atau gak begitu? Apa ada kemungkinan kita jadi benar meskipun melakukan hal yang salah? Atau bisa jadi kita sudah melakukan hal yang benar, tapi ternyata kita salah?

Hihihihi.. mabok tingkat tinggi.😛

Anyway pertanyaan itu pas banget dengan fenomena (aduh istilahnya) yang kuceritakan di atas. Ketika ada 2 nilai yang sepertinya sama-sama benar, tapi saling bertentangan, yang mana yang akan Anda anut? Kalau gak bisa menentukan pilihan (baca: kebingungan seperti aku) berarti Anda perlu merenungkan jawaban atas pertanyaan itu dulu.🙂

Which is most important for you. Being right or do the right thing?

Yuk.. sama-sama merenung. Mengheningkan cipta… mulai!

From → opini

One Comment
  1. madamebuTerfly permalink

    hmmm. menarik. dulu juga aku pikir begitu. tapi dipikir2, dulu aku slalu berusaha being right, karena aku pikir itu berarti do the right thing. tapi ternyata sekarang aku belajar untuk do the right thing. walaupun mungkin untuk aku jadinya ga being right. tambah pusing.

Comments are closed.

%d bloggers like this: