Skip to content

Belanja Kulit di Garut

October 3, 2008

Satu hal yang menyenangkan dari kegiatan pulkam ke Garut adalah, aku selalu nemu hal baru ttg Garut. Tahun lalu, aku jadi tau bahwa banyak tempat wisata alam di Garut yang ternyata asik. Nah, tahun ini, aku nemu tempat hunting oleh-oleh khas Garut (selain dodol yang saking udah terkenalnya sampe bosen).

Yang bikin aku geli sendiri, kekuperanku selama bertahun-tahun tinggal di Garut. Kupikir pusat perbelanjaan di kotaku itu berhenti sampai toserba Asia aja. Aku gak pernah terpikir untuk nyoba explore lebih ke atas, ke arah Sukaregang. Padahal di sana ternyata pusat kerajinan kulit! Untung aja sehari sebelum aku balik Jakarta, karena suntuk di rumah doang, aku memutuskan untuk jalan-jalan *bener-bener jalan, pake kaki doang* ke arah sana. Dan… siang itu menjadi siang hari yang memuaskan. Singkat sih, cuma beberapa jam, secara nyampe sana udah jam 2-an. Tapi di mana-mana yang sedikit itu emang yang enak kan? ;)

So, buat yang pengen tau, di terusan jalan Ahmad Yani Garut itu, tepatnya daerah Sukaregang, banyak toko-toko kecil di kiri-kanan sepanjang jalan. Mereka menjual kerajinan kulit (sepertinya swadaya masyarakat) dari mulai tas, ransel, dompet, topi, jaket, sandal, sepatu, gantungan kunci, jaket, rompi, celana kulit, tempat rokok, jas, tas pinggang, hiasan dinding, ikat pinggang, dan lain-lain. Ada yang buat cewek/cowok/anak kecil.

Salah satu toko, namanya Salza, sepertinya malah udah terkenal di Jakarta, soalnya banyak foto dan tandatangan artis yang ngasih testimoni. Salah satunya Rieke Diah Pitaloka, si Oneng tea. Ya iyalah, secara dia orang Garut. Oh btw dia itu adik kelasku di SMA dulu. Di toko ini juga tersedia brosur wisata kota Garut yang bisa kita bawa pulang. Jadi selain dapat oleh-oleh, juga dapat informasi lengkap tentang Garut.

Tadinya aku mau motret pertokoan itu. Tapi dasar dodol, aku bawa kamera tapi memory card-nya ketinggalan. Konyol banget ya.

Oh ya, tips kalau belanja di sana, jangan lupa nawar. HARUS! Atau setidaknya bandingin dulu harga satu toko dengan toko lain. Jangan kayak aku, yang karena gak sabaran dan gak ngerti harga, akhirnya beli barang yang lebih mahal, hehe. Begitu udah beli, begitu mampir di toko lain baru tau bahwa di toko yang ini lebih murah. Tapi gpp deh, itung-itung ngasih tips buat tokonya. Tips yang terlambat bertahun-tahun, hehehe.

Btw, selain oleh-oleh kerajinan kulit, pilihan lainnya adalah batik garutan. Ini juga aku baru tau. Yang terkenal kayaknya di Jalan Pembangunan 128. Sayangnya, hari itu waktu aku ke sana, tokonya tutup. Dari informasi seorang teman, katanya ada toko lain lagi yaitu di Jalan Ciledug, Gang Kampung Sisir (depan Danamon). Mereknya: Tulen. Sayang tutup juga. ( Kedua tempat ini sebetulnya rumah. Jualannya ya di dalam rumahnya. Jadi butik rumahan gitu deh, cuma di depannya ada plang aja. Mudah-mudahan next time kesampean deh belanja batik garutan.

Yang aku sayangkan, kenapa gak ada informasi publik tentang tempat kerajinan-kerajinan khas itu ya. Contohnya kedua butik batik garutan di atas, kalau bukan karena aku pernah liat brosurnya dan dikasih tau teman, seumur-umur aku gak bakalan tau bahwa mereka ada. Padahal selain batik, Garut juga punya sutra alam. Nah ini aku belum tau ada di mana, dan gimana akses ke sananya.

Orang-orang taunya paling daerah Pengkolan. Kenapa gak didirikan semacam penunjuk arah di Pengkolan, yang ngasih tau lokasi wisata belanja yang lain. Atau dipasang di Cipanas gitu, tempat tujuan wisata umum lainnya. Aku yakin informasi tersebut berguna banget untuk mempopulerkan kerajinan setempat sekaligus menambah bukti bahwa Garut juga layak dijadikan tempat tujuan wisata karena lengkapnya: dari wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, dan wisata belanja. )

Anyway, aku seneng banget membayangkan apa lagi yang mungkin akan aku temukan di pulkamku berikutnya. Setiap kali serasa membuka kado, atau nemu harta karun, waktu menemukan aspek-aspek baru tentang kota tempatku dibesarkan itu. Surprise. Excited. ) Untung juga dulu aku kuper. Jadi di masa tuaku ini *huahahaha* aku masih memperoleh kejutan-kejutan kecil ini.

Hmm, not bad for this vacation. Not bad at all.

NB:

Ada 1 lokasi lagi yang layak kunjung juga, yaitu hotel Sumber Alam di Cipanas. Uh, ternyata sekarang tempatnya udah baguuuuss. Konsepnya bungalow di tengah-tengah sawah. Terhampar di areal berhektar-hektar, Sumber Alam terdiri dari puluhan bungalow yang tersebar di atas sawah, kolam, atau taman. Di sana juga ada lokasi outbound-nya, meskipun gak terlalu heboh. Udaranya gak usah ditanya, suejuukk… rek! Udah gitu, kolam renangnya hangat, secara emang Cipanas itu sumbernya air panas alami. So, selain Kampung Sampireun dan Sari Papandayan, aku rekomen Sumber Alam ini untuk tempat menginap.

Sedangkan untuk rekreasi air yang lebih meriah, mungkin bisa nyoba berenang di hotel Sabda Alam. Di sana ada Taman Air. Konsepnya sih nyontek abis Ocean Park-nya BSD, cuma lebih kecil aja. Tapi lumayanlah.

Duh, Garut makin hari makin geulis aja nih. )

4 Comments
  1. emang garut tuh makin hari makin endah aja ya teh..
    apalagi kalau para pengelola” dan dinas pariwisatanya berjuang trus untuk mempromosikannya…

    pokonya kerenn deh….

  2. seawind permalink

    kayaknya dinas pariwisata yg skr udah lbh aktif ya… bgs deh. saya mah jadi duta pariwisata tdk resmi aja..🙂
    makasih sudah mampir lho..

  3. g3nk_24 permalink

    thaks ya udah kasih dikit banget infonya :D:D:D.
    tentang garut.. soal nya mo rencana beli “jacket leather

    #sugeng: aduh sori, kurang lengkap ya infonya.🙂 mungkin bisa ke website garut aja, infonya lbh terperinci: http://www.garut.go.id

Trackbacks & Pingbacks

  1. Garut Bukan Sekedar Kota Dodol « Another Sound of Music

Comments are closed.

%d bloggers like this: