Skip to content

Liputan She Lagee

August 20, 2008

 

She-lagee

Sebelumnya mohon maaf ya Bu Producer, krn liputannya telat. Tapi hari ini tanggal cantik lho, 20082008.😉

 

Tentang She Lagee

Di brosurnya disebutkan “She Lagee” (bahasa Aceh) diterjemahkan bebas menjadi “Give Space for Peace”. Judul lengkapnya: She Lagee – Teater Tari Kontemporer dari Meulaboh. Koreografernya Asnawi Abdullah.

Ketika sekelompok orang sedang duduk dan datang orang/sekelompok orang lain, ada banyak dinamika yang mungkin terjadi. Pertama, orang dalam kelompok menggeser/bergeser untuk memberi tempat sehingga menjadi satu; kedua, mereka tetap menjadi kelompok yang terpisah, terasing satu sama lain; atau ketiga, mereka saling menggeser, bersaing saling berebut tempat, yang satu menginvasi yang lain, maka terjadilah ketegangan. “She” dalam bahasa Aceh menggambarkan dinamika pada kemungkinan pertama, di mana orang menggeser untuk memberi tempat bagi yang lain agar sama-sama mendapatkan tempat dalam suatu kelompok. Geser-menggeser ini menciptakan harmoni dan mencegah gesekan atau konflik. Kosa kata “she” ini unik dalam jagat kebahasaan, sulit dicari padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

Dalam kamus bahasa Aceh makna menggeser tertulis “seu”, namun dilafalkan “she”. Sementara itu, “lagee ” berarti ragam rupa dan gaya, perilaku, style, lagak.

(dikutip dari brosur She Lagee)

Ini pertama kalinya aku nonton langsung seni budaya dari Aceh. Satu hal yang khas, semua aktrisnya pake kerudung. Dengar-dengar, memang di Aceh seperti itu ya Bu.

2780764879 0df26911b0[1]Adegan yang paling berkesan buatku, ada di adegan menjelang akhir, waktu hampir semua pemain gabung di panggung, terus bergerak dengan dinamis. Yang berdiri, terus meloncat dari satu sisi panggung ke sisi lain, dan yang lain bergulingan di lantai panggung dari sisi ke sisi juga. Hebatnya, gak ada yang tabrakan! Padahal kecepatannya cukup tinggi lho. Koordinasi yang sangat baik. *two thumbs up*🙂

Sayang aja aku gak bisa memotretnya dengan baik. Gak bisa menangkap unsur dinamisnya. Hiks.

Selain itu, aku juga suka banget dengan pencahayaannya. KEREN! Backlight-nya berubah-ubah sesuai adegan. Warna-warna merah, orange, biru gelap, biru aqua, hijau, kuning, ungu, hitam.. wihh cantik.🙂

 

Tentang Penyelenggara

Wiiiihh.. ternyata pertunjukan ini diproduseri oleh Tamara Soukotta lho! Setelah pulang, baca-baca brosurnya dengan teliti, baru tau aku. Dasar ih, bukannya bilang-bilang dari awal. Kalo tau produsernya dirimu, aku minta gratis aja. Tapi mungkin karena suamimu justru jadi seksi humas/fundraising, jadinya dikau serba salah mau ngasih kita-kita gratisan ya?😛

Eh tapi btw aku sebenernya masih kurang jelas, ini teh penyelenggara utamanya siapa? SUNSPIRIT? Atau ada yang lain? Coba Bu, dikonfirmasi ya.🙂

 

Tentang Foto

Karena gak bawa tripod, padahal tau sendiri di dalam gedung cahayanya minim, hasil foto-foto tidak memuaskan. Tidak ada satupun yang sharp dan mulus. Semua goyang, dan semua noisy (krn aku pake ISO tinggi, bahkan ada yang pake > 1600). Selain itu, karena jarak tempat dudukku ke panggung gak dekat, sedangkan lensaku wide, ya gak ada close-up.

Dari 400-an shot, hanya 31 yang *agak* layak upload. Monggo dilihat-lihat di Flickr-ku.

 

Tentang Penonton

Hehehe, maksudnya tentang aku dan teman-teman yang jauh-jauh hari direcoki diwanti-wanti sama Jeng Temi untuk nonton. Dari kantor, aku berdua Anna. Sampai di tempat, ketemu teman-teman yang lain. Ajang pertunjukan ini tentu saja tak luput dimanfaatkan untuk sekalian meng-update progress kehamilan Bu Kristin. (Btw udah melahirkan belum dia ya? Harusnya sudah, tapi kok tiada kabar berita sampai hari ini.)

Oya, dari studi banding yang kami lakukan saat itu, didapatlah rumus persamaan ini: diameter kelingking Kristin = diameter jempol Puput. Huahahahaha…😀

She Lagee juga diliput oleh banyak media massa. Bisa dilihat di sini. Congratulation ya Bu Tam! Semoga terus maju program-programnya.🙂

From → fun, saksimata

Comments are closed.

%d bloggers like this: