Skip to content

Saksi Hidup

August 5, 2008

Ada sebuah dialog mengenai pernikahan dari salah satu film *judulnya lupa² inget euy, aku berusaha keras untuk mengingatnya, HAMPIR ingat tapi trus ilang lagi*.

Seorang wanita berkata kepada rekannya, sewaktu mereka sedang minum bersama di sebuah bar (kalau gak salah ini lagi adegan break-up deh). Wanita ini mengemukakan pendapatnya tentang esensi pernikahan. Kira-kira intinya begini:

“Kenapa saya memutuskan menikah? Karena saya mencintai suami saya? Untuk membentuk keluarga? Ya, itu betul juga. Tapi ada yang lebih dari itu. Saya menikah agar saya bisa menjadi saksi hidup bagi suami saya, dan suami saya bagi saya.

Karena kita ini sebetulnya bukan siapa-siapa. Hanya setitik atom di jagat raya. Kita ada ataupun tidak ada, kehidupan akan berlangsung terus. Jagat raya ini abadi, tapi KITA tidak. Jadi, kita menikah supaya ada orang yang bisa menjadi saksi bagi kita. Saksi yang akan menceritakan kepada dunia mengenai pikiran dan perasaan kita. Our goods and bads .

Pasangan kita dan -kalau beruntung- keturunan kita, merekalah yang akan menjadi saksi hidup bahwa kita pernah ada di dunia ini. (Dan demikian juga sebaliknya kita bagi pasangan kita.)”

Ada yang ngeh ini dari film apa? Siapa tau kalian pernah nonton juga. Penasaran nih. Oya, filmnya ini kalau bukan film Hollywood, ya film Bollywood. Yang jelas bukan film Asia.

Kenapa aku posting tentang ini? Well, mungkin karena terpengaruh dengan suasana menjelang pernikahan teman baikku.😉

Tapi dialog itu emang berkesan (sampe2 aku lupa filmnya tentang apa, tapi dialognya inget, hehe) karena menyampaikan cara pandang baru mengenai pernikahan. Kayaknya belum pernah deh ada yang menjawab seperti itu sebagai alasannya kalau ditanya kenapa menikah.

Hmm.. itu artinya penulis skenarionya hebat ya, kreatif!🙂

From → opini

One Comment
  1. madamebuTerfly permalink

    hiks… jadi terharu kakak… bener juga ya? all our goods and bads… saksi hidup… makasih udah mengingatkan bahwa ada makna lain dari pernikahan bagi sepasang manusia..
    much love, kakak..

Comments are closed.

%d bloggers like this: