Skip to content

Berani Kotor Itu Baik

March 17, 2008

Bukan iklan deterjen lhoo..πŸ™‚

Kemarin, Minggu 16 Maret 2008, kami berkesempatan untuk membuat keramik sendiri. Kami berempat ikutan kegiatan Sahabat Museum yang kali ini diadakan di Museum Keramik. Selain ada tur keliling museum melihat lukisan-lukisan dan keramik-keramik kuno, the best part isworkshop bikin keramik sendiri!

Btw pasti pada gak tau di mana itu Museum Keramik.πŸ˜› Letaknya di Jl. Pos Kota No.2, Jakarta Barat. Masih gak tau juga di mana itu? Ckckck… Itu pas di sebelah kanannya Museum Fatahillah. Museum Fatahillahnya ada di…?? Yup, deket halte busway Kota. So, sekarang udah tau dong di mana itu Museum Keramik?πŸ™‚

Lanjut…

Sejujurnya, tur keliling museumnya gak terlalu seru. Tour guide kami kebetulan bukan tipe yang bisa bercerita dengan menarik. Dia cuma memberikan fakta singkat di tiap perhentian (yang juga singkat banget, sampe2 kami yang ada di belakang belum sempat meneliti, dia udah jalan lagi; jadinya kayak kejar-kejaran). Tapi tetep dong, foto-foto jalan terus. Untungnya lagi, kalau ikut rombongan Sahabat Museum, boleh ambil foto di dalam museum karena sudah diurus ijinnya. Padahal di tiap ruangan ditempel peringatan dilarang memotret. Jadi mungkin kalau kita pergi sendiri, atas nama pribadi gitu, bakal gak bisa motret.

Dari pengalaman ini aku dapat satu kesimpulan, lain kali kalau bisa milih, pilih tour guide yang udah tua, karena makin tua biasanya makin doyan mendongeng.πŸ™‚

Sekitar jam 10-an mulailah acara yang ditunggu-tunggu, yaitu praktek bikin keramik! Asiiikkk… Semua masuk kelas aula yang sudah disiapkan, duduk lesehan di terpal, dan siap menggarap tanah lempung masing-masing yang sudah disiapkan untuk tiap orang. Tadinya kupikir bakal bikin keramik ala film Ghost, yaitu menggunakan alat putar itu. Wah ternyata karena alatnya cuma disediakan 2 (di depan), sedangkan pesertanya ratusan, kami harus antri. Aduh males lah.

Ya sudah akhirnya bikin keramik tanpa alat, alias dibentuk sendiri pake tangan. Ada sih cetakan-cetakan. Tapi itupun jumlahnya terbatas. Deretan kami cuma kebagian cetakan capung (yang paling sederhana menurutku). Gak seru ah, kurang kotor, hehe. Habisnya cuma tinggal ditempel, diangkat, dipotong, udah. Kurang dari 5 menit udah jadi. Tapi waktu mau pulang lihat hasil karya cetakan-cetakan yang lain, wah bagus-bagus juga. Ada kupu-kupu, bintang laut, kura-kura.

Trus aku bikin apa? Hahaha, malu juga nih untuk mengakuinya. Aku akhirnya bikin ulekan.πŸ˜› Sebetulnya mau coba bikin gelas, atau mangkuk. Udah dibentuk-bentuk di alas tripleksnya tuh. Tapi aku kebanyakan pakai air, so adonannya jadi terlalu lunak dan susah untuk dilepas dari alasnya. Waktu kupaksa, yah hancur deh. Demotivated deh. Males ngulang lagi. Jadi dengan jatah tanah lempung yang kedua, aku bikin di tangan aja (gak di alas tripleks). Dan yang paling gampang ya bikin ulekan.πŸ™‚

Bicara teknis, sebetulnya air cukup digunakan pertama untuk membasahi alas secukupnya. Kedua, untuk finishing, yaitu nanti setelah bentuknya jadi. Untuk membuat permukaannya halus, celupkan jari di air, lalu usap-usap permukaan yang ingin dihaluskan. Sedangkan aku, waktu meremas-remas adonannya udah pake air banyak-banyak, huahahaha. Dasar, gak denger pengarahannya dengan baik.πŸ˜›

Lain halnya kalau keramik dibuat menggunakan alat putar itu. Kalau itu memang sebentar2 tangan perlu dicelupkan ke air supaya tangan kita tidak kesat. Kalau kesat bakal mengakibatkan gesekan tangan kita dengan objek ybs tersendat-sendat. Objeknya kan muter terus di tangan kita sembari kita bentuk. Btw hasil akhirnya kalau menggunakan alat putar itu jauh lebih mulus sih. Iri juga melihatnya. Kapan-kapan mau ah ke sana lagi, khusus nyoba bikin pake alat itu.

Setelah selesai dibentuk, keramik harus dibakar. Karena prosesnya lebih rumit, maka yang bakar bukan kami. Karya kami cuma dikumpulkan. Dua minggu kemudian boleh diambil untuk dibawa pulang. Pertanyaannya, kalau mau diwarnai, dilakukannya setelah atau sebelum dibakar ya? Logikanya mestinya setelah dibakar dong ya, supaya warnanya gak berubah lagi.

Waktu aku lihat-lihat buatan peserta yang lain, wah bagus-bagus. Pada kreatif! Hebat juga anak-anak muda jaman sekarang.πŸ™‚

Sisa ceritanya.. karena terlalu panjang kalau dituntaskan di sini.. silakan lihat di Flickr aja ya. Biarkan foto yang bicara.πŸ™‚

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. Bikin Keramik part 2 « Another Sound of Music

Comments are closed.

%d bloggers like this: