Skip to content

Common Enemy

December 27, 2007

Aku pernah baca (atau denger) di mana gitu, bahwa rantai kebersamaan bisa diperkuat dengan sedikitnya 2 cara:

– menciptakan identitas kelompok (slogan, bendera, nama tim, julukan, dsb)

– adanya musuh bersama alias common enemy

Aku langsung teringat teori tersebut waktu beberapa hari yang lalu nonton acara ultah Pertamina di TransTV, berupa parade lagu-lagu daerah, yang secara tersirat (sepertinya) ingin memamerkan kekayaan budaya Indonesia kepada negara-tetangga-kita-itu (baca: Malaysia ).

Trus hari ini aku dapat link ke youtube yang menampilkan potongan video Visit Indonesia 2008.

Jadi benar kan, dalam hal ini Malaysia (atau lebih tepatnya peng-claim-an negara lain atas beberapa budaya milik bangsa Indonesia) berfungsi sebagai common enemy yang memicu rasa persatuan di Indonesia.

Yang jadi pertanyaan, berapa lama ya kekuatan common enemy itu bisa bertahan (untuk menyatukan bangsa ini) sebelum kita kembali saling gontok-gontokan di antara kita sendiri karena isu SARA? Lucu kan (baca: ironis), betapa di LUAR lingkaran kita ribut-ribut meninju si musuh bersama sedangkan di DALAM lingkaran kita saling meninju satu sama lain.

From → opini

Comments are closed.

%d bloggers like this: