Skip to content

Reaksi

November 15, 2007

Ketika diminta mengomentari sesuatu yang tidak terlalu bagus (baca: jelek), reaksi apa biasanya yang Anda pilih?

a. Berkomentar jujur apa adanya bahwa itu masih jelek.

b. Berpura-pura mengatakan bagus karena tidak ingin menyinggung/mengecilkan hati ybs.

c. Diam.

d. Mencari sisi lain yang positif yang bisa dipuji, kemudian mengutarakan pujian tulus atas hal tsb.

Reaksi yang umum adalah dari a sampai c. Reaksiku juga kurang lebih bervariasi antara ketiga hal itu.

Tapi ada beberapa orang yang mampu mencapai tahap d.

Menurutku orang-orang seperti itu hebat, karena mereka mau membuat USAHA yang LEBIH untuk MENEMUKAN hal-hal positif dibalik yang terlihat. Dan mungkin mereka juga sangat menyadari bahwa kritik (a) tidak lebih mudah diterima daripada kebohongan (b), khususnya bagi orang-orang yang masih sangat membutuhkan dorongan untuk maju.

Walaupun aku masih termasuk golongan orang kebanyakan yang reaksinya berkisar di a-b-c (sehingga rasanya tidak pantas kalau mengeluhkan reaksi a-b-c yang aku terima dari orang lain), toh aku sendiri pernah beberapa kali merasakan betapa sedihnya menerima komentar jujur yang apa adanya.

Yang paling baru, ada yang bilang: “Kamu cukup berbakat walaupun tidak istimewa.”

Wadouw! “tidak istimewa”-nya itu lho, sangat mengecilkan hati.😦

Semoga hal ini menjadi pelajaran bagiku untuk lebih menenggang perasaan orang lain ketika hendak memberi komentar.

Jujur memang baik. Tapi mungkin ada saatnya untuk memilih bersikap bijaksana daripada bersikap jujur.😉

From → about me, hatirasa, opini

Comments are closed.

%d bloggers like this: