Skip to content

Being A Perfectionist

November 9, 2007

Sebagai seorang Melankolis Sempurna, seringkali aku bertindak sebagai tukang kritik untuk suatu hasil pekerjaan.

Dua sifat si Melankolis yang sangat nyata pada diriku adalah: detailed dan perfectionist. Berkat dua sifat itu aku sangat mudah menemukan kesalahan-kesalahan yang perlu dikoreksi, bahkan kesalahan yang sepele sekalipun. Rasanya ngganjel kalau aku membiarkan saja (karena toh sepele misalnya). Ya begitulah sifat perfeksionis ya?

Menjadi agak mengesalkan kalau setelah aku mengoreksi satu hal, masih saja aku jumpai kesalahan yang sejenis. Rasanya seperti: “Why didn’t you learn from your mistake? Don’t you want to be better? Don’t you set your own standard before asking someone else’s approval?”

Tapi untunglah selain sebagai Melankolis, aku juga seorang Phlegmatis yang damai, sehingga kalaupun aku menemukan kesalahan, jarang aku sampai marah-marah. Yaaahh.. kecuali kalau udah keterlaluan banget ya.

Cuma, karena kedua hal itu sebetulnya bertentangan (perfeksionis vs gak enakan sama orang), akibatnya sering aku kesal sendiri kayak gini. Dan harus aku akui, walaupun aku gak marahin orang, tapi di mataku penilaian buat ybs jadi agak turun sedikit.πŸ™‚

Ditambah sifat revengeful yang tetap mengingat suatu kejadian meskipun sudah lama berlalu, rasanya akan cukup sulit untuk menghapus image yang telanjur melekat itu, hehe.

Any comments?

*ayo dong, yg baca blog ini kasih komentar. aku tau ada bbrp org yg suka baca, tp kok diem-diem aja sih.πŸ˜‰ *

From → about me

2 Comments
  1. seorang perfeksionis mempunyai dua sisi yg kontradiktif, pertama, kualitas hasil pekerjaan nya akan diatas rata2, yg kedua, batin nya cenderung akan tersiksa jika apa yg diinginkannya blm/tdk tercapai, krn dia cenderung tidak mentolelir kekurangan.

    yang gawat adalah sifat revengeful, artinya pepatah “waktu akan menghapus segalanya” ga berlaku utk mu dong yaπŸ™‚. kalau aku berbuat salah pd mu, maka km akan – bahasa komik-silatnya – “kejar aku sampai ke ujung langit”πŸ™‚

  2. seawind permalink

    “revengeful” gak selalu berarti balas dendam. tapi klo kamu berbuat salah (atau diriku sendiri berbuat salah), aku tetap ingat.πŸ™‚

Comments are closed.

%d bloggers like this: