Skip to content

Wisata Gurilaps di Garut

October 23, 2007

Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang kulepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah luas terbentang
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang, berpayung awan
Oh, indah pemandangan

Aku lagi jatuh cinta.😀 Cinta sama kota tempat aku dibesarkan, yaitu Garut. Gak nyangka deh, ternyata Garut itu cantik juga. Duh, nyesel kenapa gak dari dulu aku ngeh dengan potensi wisata yang tersedia di sana.

GURILAPS. Itu singkatan dari GUnung, RImba, LAut (atau secara umum wisata air), Pantai, dan Seni Budaya. Garut punya semua jenis wisata itu lhooo.. keren gak tuh.. *nyombong dikit boleh ya*

Jadi, apa aja sih yang ada di Garut?

Lihat liputan MetroTV tentang Garut.

GUNUNG

Di Garut ada beberapa gunung yang cukup mudah didaki. Waktu SMP-SMA, aku sempat hiking ke Gunung Guntur danGunung Papandayan. Dan beberapa tahun lalu berkesempatan pergi ke kaki Gunung Cikurai , naek ojek sampe pantat pegal😀 .

Gunung Papandayan dengan ketinggian puncak pada 2.638 m dpl adalah gunung api aktif namun sangat aman dikunjungi sampai ke bibir kawahnya sekalipun. Kamu bisa merebus telur di salah satu cekungan kawah😉 . Ada empat kawah di gunung ini, yaitu Kawah Baru, Kawah Mas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Gunung Papandayan merupakan gunung berapi dengan kaldera terluas di Asia. Letusan yang terjadi tahun 2002 kemarin melahirkan sebuah danau kecil dengan permukaan biru.

Memanfaatkan potensi gunung berapi, Garut memiliki dua buah PLTU yaitu di Kawah Kamojang dan Kawah Darajat. Kedua daerah ini juga merupakan daerah wisata yang layak dikunjungi. Selain menikmati pemandangan, kita bisa berendam di pemandian air panas yang mengandung belerang yang dikelola oleh masyarakat setempat. Di sepanjang perjalanan menuju kedua kawah, kalau mau, kita bisa berhenti untuk berfoto dengan latar pemandangan lembah yang menghijau dan udara yang sejuk. Itu yang aku lakukan waktu libur Lebaran kemaren.

Masih berhubungan dengan wisata gunung, Garut memiliki 2 gunung yang sangat sempurna untuk olahraga dirgantara baik paralayang, paragliding, maupun gantole: Gunung Haruman dengan ketinggian sedang memiliki view persawahan, dan Gunung Guntur dengan view yang sangat memadai untuk terbang lama menikmati pemandangan kota Garut, Cipanas dan air terjun Citiis.

Pilihan lain untuk menikmati kesejukan dataran tinggi adalah ber-golf di daerah Ngamplang. Ngamplang dulunya adalah sebuah resort yang memiliki beberapa penginapan. Sayang sekarang ini penginapannya sudah tidak ada. Meskipun begitu, hamparan padang golf hijaunya yang sangat luas layak untuk dikunjungi. Dari ketinggian daerah ini kita akan disuguhi pemandangan kota Garut.

RIMBA dan PANTAI

Garut daerah Selatan yang berbatasan dengan laut sangat kaya akan hutan dan pantai. Penelurusan wilayah Selatan seakan tiada putus-putusnya, merupakan rangkaian Leuweung Sancang, Pantai Ranca Buaya, Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang , dan Karang Paranje.

Pantai Santolo mungkin pantai yang paling populer di Garut. Terletak sekitar 88 km atau 3 jam dari Garut Kota. Setibanya di sini kita bisa bersampan kecil menyeberangi muara untuk menuju ke Pulau Santolo atau menuju Curugan. Di pulau ini kita akan menjumpai pintu air (bendungan) peninggalan Belanda. Pantai ini berbentuk teluk dengan permukaan pantai selatan lebih tinggi dari permukaan laut di sebelah utara yang disebut Cilaut Eureun (terjemahan harfiah “cilaut eureun” adalah: air laut berhenti), dan hal ini menyebabkan terjadinya Curugan.

Kebanyakan pantai-pantai ini menyambung ke hutan, seperti Leuweung Sancang. “Leuweung” artinya hutan. Di beberapa pantai, selain kehidupan nelayan, kadang kita bisa menjumpai satwa hutan seperti monyet yang sedang memeluk ayam (serius, beneran ada lho!). Menurut legenda, Leuweung Sancang adalah tempat mangkatnya Prabu Siliwangi dan pengikutnya yang konon menjelma menjadi pohon Kaboa (sejenis Mangrove atau Bakau).

AIR

Untuk yang suka wisata air, tinggal pilih, mau main ke air terjun? Atau mau arung jeram? Atau sekedar berenang di sumber air panas? Di Garut ada banyak air terjun (dalam bahasa Sunda: curug), di antaranyaCurug Orok, Curug Sanghyang Taraje, Curug Citiis, Curug Cihanyawar, dan Curug Neglasari . Aku udah beberapa kali ke Curug Citiis selama SMA.

Curug yang tertinggi adalah Curug Sanghyang Taraje (“taraje” artinya tangga), sekitar 90 m tingginya. Obyek ini adalah perpaduan antara wisata dan hiking yang sangat ideal, cukup dengan hiking kurang dari setengah jam saja. Terletak sekitar 40 km dari Garut Kota, sebagai terusan dari Curug Orok.

Curug Orok sendiri terletak di Perkebunan Teh Papandayan dengan ketinggian sekitar 20 m. Keunikan curug ini yaitu adanya beberapa sungai bawah tanah dengan air yang sangat bening yang keluar dari dinding sekitar curug, sehingga membentuk satu landscape yang menakjubkan.

Nah, kalau udah kedinginan main di curug, mandi air panas pasti nikmat.🙂

Sumber pemandian air panas yang dikenal dengan nama Cipanas, adalah tempat yang paling mudah dikunjungi dengan fasilitas yang sudah lengkap, mulai dari hotel, spa, waterboom, kamar rendam, kolam renang air panas, dan kolam terapi. Kamu bisa pilih akomodasi dengan budget rendah (berupa sebuah kamar plus kamar rendam) atau yang lebih mahal berupa hotel berbintang.

Kalau ingin lebih menantang, silakan coba arung jeram. Di Garut ada 2 sungai yang bisa dipakai arung jeram, yaitu sungai Cikandang dan sungai Cimanuk. Silakan baca mengenai arung Jeram Cikandang – Cimanuk untuk keterangan lebih lengkap. Soalnya aku sendiri belum pernah, hehe.

Teruuusss.. masih ada lagi neh. Danau. Gak habis-habisnya kotaku ini membuat aku terkejut dengan daftar kekayaan alamnya. Situ Bagendit, Situ Cibeureum, dan Situ Cangkuang. Dari ketiga danau itu, hanya ke Situ Bagendit yang aku belum pernah. Padahal kayaknya di sana banyak aspek yang bisa dinikmati. Setiap tahun diadakan Festival Bagendit yang menampilkan berbagai kesenian tradisional.

Kalau Situ Cangkuang, aku kasih tau ya, di tengah-tengahnya tuh ada sebuah pulau kecil. Di pulau tersebut hanya ada 7 buah rumah dan 7 keluarga. Tradisi agama Islam masih sangat kuat dipegang di sini. Yang menakjubkan adalah bagaimana mereka bisa menjaga tradisi tersebut selama berpuluh-puluh tahun (coba bayangin gimana caranya sehingga selama puluhan tahun hanya ada 7 keluarga di sana). Selain itu, di pulau ini terdapat makam salah seorang sunan (lupa namanya) dan juga Candi Cangkuang.

SENI dan BUDAYA

Untuk wisata seni budaya, aku kelompokkan menjadi situs/kampung tradisional, kesenian tradisional, kerajinan tangan, dan makanan. Kalau datang di hari-hari tertentu (boleh coba datang pas ultah Garut 17 Maret), kita bisa menikmati berbagai pertunjukan yang menarik dan tiada duanya, misalnya Shoutern Marine Feast di pantai Santolo atau Ngalungsur Ceremony di Makam Godog.

Situs/kampung tradisional yang bisa dikunjungi di antaranya: Kampung Dukuh, Makam Godog, Makam Pangeran Papak , dan Candi Cangkuang.

SedangkanKesenian Tradisional yang populer di antaranya:Laga Domba Garut, Debus, Gesrek, Surak Ibra, dan Lais.

Kerajinan dan Makanan Setempat yang bisa jadikan oleh-oleh, yaitu: Batik Garutan, Kulit, Bambu, Bulu Unggas, Sutra, Akar Wangi, dan tidak ketinggalan Dodol Garut.

Waaww.. kayaknya gak cukup 1 artikel untuk jelasin satu persatu obyek wisata ini dengan detil. Kalau sempat, nanti aku bikin 1 artikel untuk 1 obyek deh. Hehe.

Lihat liputan MetroTV mengenai Garut.

From → garut, jalan-jalan

2 Comments
  1. hebat, promosinya jauh lebih dahsyat dari departemen pariwisata cabang garut.

Trackbacks & Pingbacks

  1. Pantai Santolo dan Sayang Heulang « Another Sound of Music

Comments are closed.

%d bloggers like this: