Skip to content

The Winner is Mytha

September 12, 2007

Semalem, karena keburu ngantuk, aku gak nonton final Mamamia Show sampai habis. Tapi gak masyalah dooong.. kan aku bisa rekam, secara udah punya internal TV tuner gitu lho, hehe.

Jadi barusan aku nonton. Dan menurutku sih emang Mytha yang paling pantes jadi juara pertama. Dari kualitas suara mungkin gak ada yang paling bagus. Kadang Mytha kalah dari Fiersha (setidaknya menurutku). Margareth aku seneng, dia setiap tampil suka bikin aransemen yang menarik, tapi kadang dia suka maksa di nada-nada tinggi, jadi kedengerannya menjerit (kalau di American Idol pasti dia dibantai habis tuh sama Simon!).

Tapi karena ini kontes Mamamia, peran sang Mama turut andil dalam mengangkat atau menjatuhkan nilai putrinya. Biarpun si anak udah tampil bagus, itu belum aman. Jawaban sang Mama di bagian akhir acara, sesaat sebelum juri vote lock memberikan suara, sangat sangat menentukan. Justru karena ditaruh di bagian akhir, itulah kesan yang paling segar di ingatan juri ketika memutuskan mau mendukung atau tidak.

Dan itulah yang terjadi pada Fiersha dan Margareth. Kedua mama mereka sepertinya kurang bisa membawakan diri. Kurang diplomatis dalam menjawab, kurang aware dengan bahasa tubuh mereka, kurang cakap berpidato, dan sesekali terlihat gak bisa menahan diri untuk ‘menyerang’ kontestan lain.

Coba deh amati jawaban mereka di grand final kemarin.

“Sekarang ini putri Mama, Margareth, sudah menjadi sangat terkenal. Pasti akan banyak manajemen artis yang menawarkan diri untuk memanajeri Margareth. Apakah Mama Saidah akan menyerahkan manejemen Margareth kepada manajer artis, atau manage sendiri? Apa alasannya?”

Jawaban Mama Saidah (mama Margareth): “Saya akan me-manage anak saya, karena ini sudah saya jalankan selama 11 tahun. Memang saya belum mengerti sebenarnya, tapi saya ingin memegang sendiri anak saya. Mungkin saya nanti akan belajar dengan Pak Helmi, karena memang saya belum 100% mengetahui cara me-manage anak ini (artis).”

“Putri Mama Ace, Fiersha, sudah sangat terkenal saat ini. Tetapi setelah show Mamamia berakhir, popularitasnya bisa saja menurun karena satu atau dua hal. Apa yang akan Mama Ace lakukan supaya popularitas Fiersha tetap di atas dan supaya Fiersha tetap dikenal oleh masyarakat Indonesia setelah Mamamia Show ini?”

Jawaban Mama Ace (mama Fiersha): (minta pertanyaan diulang) “Satu hal perlu diketahui bahwa kepopuleran seseorang akan bertahan apabila orang tersebut tetep pada kerendahan hatinya. Sekalipun Fiersha sekarang sudah top tapi pada dasarnya bahwa Fiersha apa adanya. Dan saya sebagai mama akan melakukan bagaimana caranya supaya Fiersha tetap bertahan. Itu aja. Di samping itu saya akan mencari celah mana yang kira-kiranya bisa diterima oleh orang tersebut keberadaan Fiersha selama Fiersha bisa bertahan pada kelebihannya itu.”

“Mytha sekarang kan sangat populer. Banyak artis yang umurnya sama dengan Mytha yang mengambil kesempatan di saat seperti ini. Jika Mytha banyak tawaran untuk bermain sinetron, manakah yang Mama pilih? Tetap bernyanyi, atau main sinetron, atau dua-duanya? Alasannya apa?”

Jawaban Mama Ani (mama Mytha): “Kalau saya disuruh memilih saya akan memilih bernyanyi dulu, karena saya merasa bahwa bermain sinetron itu sangat menyita waktu. Dan Mytha sangat sangat mengharapkan bisa punya album sendiri. Jadi saya akan mendukung sekali kalau Mytha terus bernyanyi saja, tidak bermain sinetron atau terima tawaran selain bernyanyi. Itu harapan saya, mudah-mudahan fokus ke bernyanyi dulu, karena di situlah talenta Mytha. Jadi itu yang saya tekankan, bahwa saya mungkin tidak akan menerima, sementara ya, sementara ini saya tidak akan menerima dulu bermain sinetron atau selain bernyanyi. Saya tau betul bahwa memang Mytha bisa main sinetron, tapi sekali lagi mungkin untuk lebih fokus dia akan nyanyi.”

“Selama konser Mamamia show diselenggarakan, sudah 10 pasang yang tereksekusi. Menurut Mama keputusan juri vote lock mana yang paling kontroversial (atau di luar dugaan)?”

Jawaban Mama Ani: “Yang paling kontroversial waktu itu ada penyanyi yang suaranya menurut saya bagus, tapi di kedua atau ketiga sudah keluar. Sheila. Dia itu punya suara yang bagus, teknik bernyanyinya juga bagus. Tapi waktu itu kok tiba-tiba dia harus keluar dengan keputusan juri. Itu yang menurut saya dan Mytha agak “kenapa?” gitu ya. Karena waktu itu saya lihat Sheila menyanyinya sangat bagus.”

Jawaban Mama Ace: (minta pertanyaan diulang) “Rasanya keputusan juri sudah sangat sangat bijak. Dan… di mata saya 10 yang sudah tereksekusi.. eh.. sudah menerimanya (tertawa grogi?). Jadi saya rasa tidak ada keputusan yang salah.”

Jawaban Mama Saidah: (tidak mengerti, bingung maksud pertanyaan apa, sehingga tidak bisa menjawab)

“Jika Mama menjadi salah satu anggota juri vote lock, apakah yang akan Mama nilai dari ketiga pasang kontestan pada malam hari ini?”

Jawaban Mama Ani: “Saya akan memilih suara yang etnik, suara yang beda dari yang lain. Karena orang yang punya suara yang beda itu jarang sekali di Indonesia ini. Mungkin kalau saya disuruh menilai saya akan mencari suara yang berbeda, suara yang mempunyai ciri khas yang berbeda dari yang lain.”

Jawaban Mama Ace: (minta pertanyaan diulang) “Pertama saya akan menilai vokalnya. Kedua.. eh.. pertama dari vokal, kedua mungkin dari kostumnya. Ketiga, cara orang tersebut untuk membawakannya, apakah pas dengan lagu yang dibawakannya. Keempat, saya pikir, apa dia bisa menjiwai atau tidak.”

Jawaban Mama Saidah: “Dari tiga kontestan ini saya menilai dari vokal, kemampuan, dan ekspresi dia bernyanyi. Yang selama ini ada anak yang bisa memberikan gebrakan-gebrakan. Jadi saya rasa juri vote lock juga tau kalau memang mencari seorang penyanyi yang profesional.”

“Siapakah yang Mama nilai hanya pantas berada di peringkat ketiga?”

Jawaban Mama Ani: “Berada di peringkat ketiga itu kan sudah juara. Kalau saya ditanya pantas, saya tidak bisa menyebutkan salah satu karena saya lihat tadi bagus semua, mereka bagus semua. Jadi di sinilah saya merasa bahwa hari ini, ketiga besar ini, mereka sudah juara. Tidak perlu pantas dan tidak pantas karena mereka sudah menjadi diva-diva Indonesia yang baru bermunculan lagi. Saya bangga kepada mereka.”

Jawaban Mama Ace: “Saya rasa semuanya gak ada yang pantas. Yang pantas hanya.. tiga-tiganya pantas kok untuk jadi juara satu. Dan saya rasa semua punya kelemahan dan kelebihan. Jadi di sini Fiersha, Margareth, Mytha, saya rasa pantas untuk menjadi juara satu dan tidak pantas untuk menjadi juara tiga kayaknya. Kayaknya sama deh.”

Jawaban Mama Saidah: “Bukan Margareth. Tapi bisa Mytha, bisa Fiersha.”

Well, dari cara mama-mama tersebut menjawab, menurutku sih memang Mama Ani yang paling bagus penampilannya. Kalau liat sendiri di TV, bahasa tubuh Mama Ani tuh yang paling meyakinkan. Mantap, tenang, gak banyak tersendat-sendat, to the point, setiap pertanyaan terjawab dengan jelas, diplomatis sekaligus memberi penekanan kepada kualitas anaknya. Walaupun ada jawaban Mama Ani yang klise (siapa yang hanya pantas berada di peringkat ketiga?), tapi dia menjawabnya dengan bahasa tubuh yang baik.

Jawaban Mama Ace atas pertanyaan itu juga senada, tapi Mama Ace yang (pasti) menyadari bahwa jawabannya klise, mungkin agak malu dengan jawabannya sendiri, gak pede. Dan bahasa tubuhnya menyatakan itu, sehingga timbul kesan ‘tidak tulus’ dengan pujiannya. Tapi kekurangan Mama Ace yang terbesar, menurutku, adalah ketika sebenarnya dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan pertama! “Apa yang akan Mama lakukan supaya Fiersha tetap populer?” “Saya sebagai Mama akan melakukan bagaimana caranya supaya Fiersha tetap bertahan.” Ah Mama, ditanya malah balik nanya. Hehe.

Sedangkan Mama Saidah, terlalu banyak tersendat-sendatnya. Dan caranya dia mengiklankan Margareth gak smooth, terlalu gamblang.šŸ™‚

Ya ya ya, aku bukannya mau bilang bahwa itu gampang. Memang pasti grogi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan itu secara langsung, dalam waktu singkat lagi. Aku sih pasti lebih berantakan lagi jawabannya kalau dihadapkan pada situasi yang sama.

Tapi kenyataannya, ada yang mampu lho! Mama Ani mampu! Jadi sangat pantas kalau akhirnya gelar juara pertama jatuh pada Mytha. Performance Mytha (bernyanyi) dan performance mamanya (memanajeri), serta kerjasama mereka, mungkin itulah yang membuat juri Mamamia show memberikan 78 suara bagi mereka. Kemenangan mutlak, jauh di atas Fiersha (42 suara) dan Margareth (63 suara).

Selamat kepada sang juara! Kontes sudah berakhir. Layar telah diturunkan. Welcome to the real world. *apa siihhhšŸ˜› *

2 Comments
  1. i hate this show.
    i can’t believe that you could write this long review.

  2. lagi latihan, hehe

Comments are closed.

%d bloggers like this: