Skip to content

Spoiler: Harry Potter 7

July 23, 2007

WARNING!!!

“POSTINGAN INI BERPOTENSI MERUSAK KEJUTAN TENTANG ENDING BUKU KETUJUH HARRY POTTER! JADI KALAU GAK MAU TAU, JANGAN LANJUTIN BACA.”🙂

Temenku udah beli buku HP #7, yang edisi bahasa Inggris. Seperti biasa, aku intip deh ending-nya.😛

Di internet beredar rumor tentang siapa yang mati di buku ini, di antaranya Harry sendiri dan Hermione. Skenario “Harry mati” katanya karena ada bound antara Harry dan Voldemort – ups, sori! – maksudku Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut, sehingga Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut hanya bisa mati kalau Harry mati. Buatku, yah okelah kalau memang JKR maunya bikin ending yang tragis gitu buat bikin beda. Masih bisa aku terima.

Tapi lain kalau Hermione mati. Hiks, kayaknya gak aci. Dia kan gak ada sangkut paut langsung dengan pertempuran Harry vs Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut. Maksudku, kematian Hermione gak ada manfaatnya buat membasmi si Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut. Jadi kalau Hermione dimatikan, cuma buat jadi korban doang. Gak rela.😛

Syukurlaaaaaahhh, ternyata rumor itu gak terbukti. Hermione gak mati! Cihuy!!!!😀

Lalu, Harry mati gak? Hehehe, kasih tau jangan ya. Gak usah deh, soalnya buat aku gak penting dia mati atau gak.

Yang lebih menarik adalah pertanyaan apakah sebetulnya Snape itu baik atau memang jahat? Nah, sejak awal munculnya konflik antara Snape – Harry, aku dah punya feeling tentang dia baik/jahat. Terutama di buku keenam, pada adegan sebelum, pada saat, dan sesudah Snape meng-Avada Kedavra Dumbledore, wah, feeling-ku makin kuat tentang siapakah Snape sesungguhnya.

Nah, di buku ini terbukti feeling-ku bener. Alur yang aku bayangkan juga kurang lebih tepat. *plok-plok-plok*

Tapi tentang tokoh yang mati, uh, banyak banget ternyata. Dan sedihnya, hiks hiks, di antara sekian banyak yang mati, salah satunya adalah tokoh yang (menurutku) paling mulia hatinya, yang akhir-akhir ini jadi favoritku karena kemuliaan hatinya itu.

Huaaaaa.. so saaaad😦 . Sangat mengharukan deeehh… Bayangkan, selama bertahun-tahun dia harus memikul beban seberat itu di bahunya. Gak ada teman untuk share, gak ada yang tau bahwa dia tuh sebenarnya…………. Lalu pada akhirnya dia mati. Huhuhuhuhuhuhu…

Kalau mau menilai, sebetulnya dia yang paling besar pengorbanannya. Aduuuhh.. gak kuat nih pengen mendeskripsikan perasaan yang mungkin dia rasakan selama ini. Tapi ntar jadinya terlalu jelas spoiler-nya. Kasian yang udah baca sampai ke alinea ini, hehe.

Hmm, gini aja. Kalau kamu mencintai seseorang, sudah cukup menyakitkan ketika kamu menyadari cinta kamu gak berbalas. Tapi seolah itu belum cukup, kamu harus bersandiwara seolah-olah kamu benci dia. Kamu harus berakting JAHAT, untuk MEMBUKTIKAN bahwa kamu benci, untuk MENUTUPI kenyataan bahwa kamu sebetulnya cinta.

Dah cukup segitu aja. Terlalu gamblang gak clue-nya?😉

Ada beberapa pertanyaan tersisa, misalnya: siapakah R.A.B yang mendahului Harry dan Dumbledore mengambil hocrux? Aku belum baca bagian itu, sengaja gak nyari, biar tetap ada yang aku tunggu ketika aku beli dan baca buku versi Indonesianya nanti. Hehe.

From → hatirasa, matabaca

2 Comments
  1. saya ga lanjuting baca lohhhh…

  2. vivie permalink

    Aku ga pernah ntn Harry Potter. Kasian deh..
    Tapi setelah baca tulisan lo, gw jd pengen baca tuh bukunya.. Aarrgh, makasih y dah nipisin kantong gw. he2..

Comments are closed.

%d bloggers like this: