Skip to content

Are you happy, Kak?

March 27, 2007

*lagi kalap postingπŸ™‚ *

Kemarin ada yang tanya by sms, apakah aku baik, bahagia, dan sejahtera di sini. *halo Bu! ngerasa? hehe*Begitu baca sms itu, aku baru ngeh bahwa ternyata aku memang bahagia.

Aneh ya? Bahagia kok gak nyadar.πŸ˜›

Tapi bener kok, klo bukan karena ditanya seperti itu, aku gak memikirkan masuk kategori apakah kehidupanku ini. Soalnya jarang banget (malah kayaknya belum pernah) orang nanya kayak gitu, biasanya nanya ‘apa kabar? baik-baik sajakah? sehatkah? gimana kerjaan? kabar keluarga? dsb’. Aku sendiri juga bukan tipe orang yang kontemplatif, yang terbiasa mengevaluasi kehidupan/perasaanku secara sengaja/berkala. Jadi suka-suka ya kayak gini, baru muncul kalo dipicu sesuatu.

Nah, waktu si Ibu itu nanya, aku baru deh mikir, eh iya ya, ternyata aku bahagia lho! *takjub*

Kalau dibandingkan, mungkin inilah periode terbaik dalam hidupku selama ini. Dalam berbagai aspek. Tanpa aku sadari kapan mulainya, rasanya tiba-tiba banyak hal-hal baru yang mampir. Banyak pemahaman-pemahaman baru yang juga lahir. Minat-minat baru yang dulu gak pernah terpikirkan sama sekali. Kepercayaan diri. Pengalaman. Semangat. Kekeluargaan. Being an auntie.. *hi Emma*πŸ™‚

Bahkan.. keceriaan masa muda.. hahaha.. padahal udah gak muda lagi. Emang yang satu itu munculnya telat. Harusnya dari dulu.πŸ˜›

Hmm, jadi inget quote yang ditulis di sertifikat outbound Pancawati beberapa tahun lalu.

“A mind that is stretched by a new experience can never go back to its old dimensions.”

-Oliver Wendell Holmes-

Thanks God for my life…

So, my dear friends, allow me to ask you all, “Are you happy?”. Count your happiness then.πŸ™‚

From → hatirasa

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. Kalau saja tatapan mata bisa membunuh « Another Sound of Music

Comments are closed.

%d bloggers like this: