Skip to content

From “The Patriot” Battle Field

December 18, 2006

twogroups

Setelah beristirahat di rumah selama 2 hari karena flu dan batuk berat, kemarin (17/12) aku ikut rombongan yang mau perang ke Serpong.

Tadinya sempet ragu² antara tetep ikut atau gak. Kalau kecapean lalu Senin jadi ‘bolos’ lagi, kan gak lucu. But setelah dirasa-rasa, kuat kok. Haha, klo maen aja kuat.😛

Ini paintball yang kedua kalinya sebetulnya. Beberapa tahun lalu kantorku pernah ikutan juga. Waktu itu aku gak ikut. Well, sekarang pun ikut tapi gak berperang, cuma mau jadi fotografer aja. Untuk alasan tertentu, aku ragu apakah ikut berperang (atau simulasi perang) itu ‘halal’. Dalam peperangan kamu membunuh orang. Permainan perang-perangan, tidakkah itu tanpa sadar ‘memuaskan’ naluri untuk membunuh?

Hehe, but that’s just me. Mungkin berlebihan. Lagian, gak ikut perangnya tapi tetap terlibat di dalamnya, bukannya sama aja ‘gak halalnya’ ya.😛 Hah, ngaku aja deh, gak sanggup ikutan karena udah tua gitu. Ya ya ya ya.. whatever-lah.🙂

peluruLokasi paintball ini di Serpong, tepatnya di kompleks perumahan Alam Sutera. Lokasinya nyaman. Kayaknya enak tinggal di Serpong tuh.

lukaperangPerang-perangannya gak lama, sekitar 2 jam termasuk istirahat. Terdiri dari 2 babak, di 2 lokasi. Setiap babak selesai kalau anggota sebuah tim sudah tertembak semua. Berarti tim lawan menang.

Senjata yang digunakan adalah senjata semi otomatis. Seragam, sepatu, masker, senapan, peluru, semua disediakan oleh penyelenggara. Biaya per orang kalau gak salah Rp 90 ribu. Enaknya, aku sebagai fotografer boleh masuk ke lokasi tanpa bayar, dan tetap dipinjami masker pelindung mata dan wajah.

Hasil perang akhirnya seri. Babak pertama group A menang, babak kedua group B menang. Ternyata kalau kena tembak, memar juga lho. Pelurunya warna-warni kayak permen karet yang bulet-bulet itu. Imut-imut tapi dahsyat juga!

shootingTernyata gak gampang motret adegan perang! Sebelum pergi sih aku ngebayangin aku bakal bisa berkeliaran dengan leluasa di antara tentara-tentara dadakan itu, jepret sana-sini mengabadikan ekspresi dan gerakan mereka. Soalnya kan udah diwanti-wanti, fotografer gak boleh ditembak.

Hayah, pas prakteknya ternyata susaaaaahh. Kalau aku mondar-mandir konsentrasi mereka jadi rusak, salah-salah mereka kaget lalu refleks nembak, kena aku. Mereka semua kalau gak jongkok ya tiarap, gak ada yang berdiri terang-terangan. Lha kalo aku jalan ke sana ke mari ya mencolok banget. Dan 1 alasan lagi. Mereka semua bukan penembak ulung, hahaha, jadi bisa diharapkan banyak peluru nyasar. So, buat amannya, aku ambil foto dengan jarak yang cukup jauh, dan mengandalkan fungsi zoom. Kurang dramatis sih jadinya.😦 I wonder how do the real war-photographers get their pictures.

Di lokasi perangnya ada banyak bangkai. Bangkai truk. Bangkai jeep. Bangkai helikopter. Dapet dari mana ya, terutama bangkai helikopter itu. Oya, banyak nyamuk juga! Buaaanyaaakkk banget, dan bandel-bandel, kalau sekedar goyang-goyangin badan sih dia gak mau pergi, harus diteplak. Jadi saranku buat yang mau maen paintball, siap-siap anti nyamuk lotion yaaaa…

Habis cape maen, pergi makan deh, ke mall. Sekitar jam 3-an sore kami udah balik lagi ke Jakarta.

Ini beberapa foto lainnya…

battlefield

helicopter

Btw konsekuensinya jadi fotografer… foto dirinya sendiri paling dikit!😉 Tapi kalau hasil fotonya bagus, puas banget deh!

Ayo tebak yang mana aku di foto terakhir??😀

From → blissful moments

Comments are closed.

%d bloggers like this: